Home

Senin, 27 Desember 2010

... Logo Kabupaten Lamandau ...

... Logo Kabupaten Lamandau ...
Ibukota Nanga Bulik
Logo vector Kabupaten Lamandau (Download.cdr)

Arti Logo Kabupaten Lamandau

A. DESKRIPSI LAMBANG DAERAH:
1. Bentuk dasar Lambang adalah Perisai berwarna Biru Langit;
2. Paling atas Lambang terdapat kata Lamandau;
3. Dibawah kata Lamandau terdapat bintang persegi lima;
4. Dibawah bintang terdapat Gunung;
5. Dibawah gunung terdapat jurung;
6. Di pintu jurung terdapat mandau, sumpit dan perisai, terdapat gerantung dan belanga;
7. Rantai gelang merupakan pengkiat antara padi dan kapas;
8. Dibawah kapas dan padi terdapat pita dengan tulisan Motto “BAHAUM BAKUBA”

B. ARTI LAMBANG DAN MOTTO
1. Bintang Bersegi Lima
Unsur bintang bersegi lima berwarna kuning adalah melambangkan bahwa masyarakat Kabupaten Lamandau yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa.
 
2. Gunung
Unsur gunung yang dilambangkan dalam bentuk tiga baris berwarna hijau melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau terbentuk awalnya tiga Kecamatan yang memiliki kesuburan sebagai penghidupan masyarakat Kabupaten Lamandau secara umum, sedangkan anak gunung melambangkan Kabupaten Lamandau siap memekarkan beberapa kecamatan.
 
3. Sungai
Unsur tiga sungai yang digambarkan mengalir di bawah gunung memberikan kesejukan dan kedamaian bagi masyarkat Kabupaten Lamandau yang tidak pernah putus sepanjang zaman.
 
4. Tangkai Bulir Padi dan Tangkai Bunga Kapas
Tangkai Padi dengan 17 bulir adalah sebagai sumber pangan yang melambangkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Lamandau. Tangkai Bunga Kapas sebanyak 8 buah sebagai sandang yang melambangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamandau.
 
5. Jurung berwarna coklat
Adalah bangunan khas masyarakat Kabupaten Lamandau, dimana bangunan ini gunanya untuk menyimpan hasil panen (padi) yang dipersonifikasikan Kabupaten Lamandau kaya dengan sumber daya alam dan hasil lainnya yang dipelihara dengan baik untuk biaya pembangunan Kabupaten Lamandau.
 
6. Gerantung dan Belanga
Merupakan tempat kedudukan yang terhormat oleh masyarakat Dayak terhadap para pejabat atau tamu dalam acara adat yang disebut Duduk di Gerantung Nyandar di Belanga dan juga dipakai sebagai alat musik tradisional.
 
7. Mandau, Sumpit dan Perisai
Adapun unsur mandau, sumpit dan perisai yang berada di depan pintu jurung merupakan senjata khas suku dayak yang melambangkan semangat pantang mundur untuk membangun dan selalu siap dalam menghadapi tantangan yang darang dari luar maupun dari dalam.
 
8. Ikat Tongang
Ikat Tongang merupakan simbol pengkiat Persatuan dan Kesatuan laihr dan batin masyarakat Kabupaten Lamandau secara sakral.
 
9. Pita warna Putih dengan Motto “BAHAUM BAKUBA”
Motto Kabupaten Lamandau adalah Bahaum Bakuba yang artinya selalu bermusyawarah atau bermufakat tidak membedakan agama, suku, warna kulit dan golongan. Pengertian terhadap motto Kabupaten Lamandau yaitu “Bahaum Bakuba” adalah dalam membangun ataupun menyelesaikan dengan musyawarah atau bermufakat dengan tidak membedakan agama, suku, warna kulit dan golongan. Adapun pita berwarna putih melambangkan bahwa setiap hasil musyawarah merupakan tanggung jawab bersama yang dilakukan dengan hati yang tulus suci dan ikhlas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara yang kita cintai.
 
10. Bingkai dengan dengan Segi Lima sudut Berwarna Kuning
Unsur Garis sisi dengan lima sudut membentuk seperti sebuah perisasi dengan warna kuning yang melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan bagian dari bingkai Negara Kesatuan Repunlik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sedangkan warna kuning melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau memiliki sumber daya alam yang mampu mensejahterakan masyarakatnya.
 
11. Pita berwarna Putih Bertuliskan LAMANDAU
Tulisan LAMANDAU pada Lambang Kabupaten Lamandau menunjukkan identitas Kabupaten Lamandau itu sendiri dan memiliki makna. Kata Lamandau merupakan rangkaian kata yang tidak dapat dipisahkan antara kata satu dengan kata lainnya, karena kata Lamandau memiliki arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Adapun arti dari kata Lamandau adalah “Tempat Menuju Kejayaan”.
 
12. Warna Dasar Biru Langit
Melambangkan atau melukiskan Keindahan, kesejahteraan dan keasrian serta kedamaian Kabupaten Lamandau sejak berdiri hingga masa mendatang.

C. KOMPOSISI WARNA
Lambang Daerah ditulis dengan komposisi warna sebagai berikut:
a. Logo warna dasar Biru Langit
b. Bulir padi berwarna kuning tua dan kapas berwarna hijau tua dan putih
c. Bintang berwarna kuning tua
d. Gunung berwarna hijau
e. Alur sungai tiga berwarna putih
f. Belanga warna kuning emas dan mandau, sumpit dan perisai berwarna hitam
g. Gerantung (gong) berwarna hitam
h. Tali pengikat Tongang berwarna kuning emas
i. Pita berwarna putih
j. Kata Lamandau dan Motto “Bahaum Bakuba” berwarna hitam
k. Garis Bingkai Logo berwarna Kuning

Pengertian warna dalam Lambang Daerah mempunyai makna sebagai berikut:
a. Biru langit melukiskan atau melambangkan keindahan, kesejahteraan dan kelestarian serta kedamaian Kabupaten Lamandau;
b. Kuning merupakan warna keramat atau religius bagi masyarakat Dayak;
c. Warna hijau melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau masih memiliki hutan yang lebat dan merupakan warna religius adat;
d. Warna hitam yang berarti apabila seseorang melakukan perbuatan yang tidak terpuji tidak diterima oleh masyarakat.

D. BENTUK. UKURAN DAN WARNA
Lambang Daerah dapat dituangkan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
  1. Panji
  2. Badge
  3. Vandel
  4. Plakat
  5. Cap, Kop Naskah Dinas
Lambang Daerah dalam naskah Peraturan Daerah ini mempunyai ukuran tinggi dan lebar berbanding 4:3. Badge, Panji dalam bentuk-bentuk sebagaimana dimaksud menggunakan dasar warna biru laut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar