Tampilkan postingan dengan label DIY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIY. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juli 2012
... Logo Kabupaten Sleman ...
Simbol
Lukisan Simbol Kabupaten Sleman memiliki makna berikut ini:
melambangkan keagungan dan keemasan bagi daerah Kabupaten Sleman
Selasa, 17 Juli 2012
... Logo Kabupaten Gunung Kidul ...
![]() |
| ... Logo Kabupaten Gunung Kidul ... |
Ibukota Wonosari
logo Vector Kabupaten Gunung Kidul (Download.cdr )
Arti Logo Kabupaten Gunung Kidul
Sesuai dengan Perda Nomor : 1 tahun 1968 Lambang Daerah pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengandung makna tersendiri sebagai berikut:
1. Perisai
sebagai alat penangkis serangan musuh/untuk melindungi diri.
2. Bintang bersudut 5(lima) berwarna kuning emas
mengingatkan akan keagunganl Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber segala perikehidupan dan penghidupan serta "Sangran paraning dumadi".
3. Lukisan pohon beringin
yang melambangkan pengayoman, tempat berteduh bagi rakyat yang memerlukan pimpinan dan perlindungan dengan 5 (lima) akar dasar yang berarti bahwa kepemimpinan didalam Daerah Kabupaten Gunungkidul berdasarkan dan berlandaskan Falsafah Negara Republik Indonesia: Pancasila.
Pohon bercabang 3 (tiga)
melambangkan, bahwa Pemerintah sebagai pelindung dari rakyat mempunyai 3 (tiga) bidang, yakni : legislatif,eksekutif dan yudikatif.
Pohon beringin mempunyai sulur (akar angin) 8 buah (sebelah menyebelah pokok pohon 4 sulur)
berarti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam melindungi, membina dan memimpin maupun memerintah rakyat mengulurkan tangannya dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk ikut serta secara aktif dalam pemerintahan dengan jalan melaksanakan dan memberikan social control, social participation dan social responbility sehingga dapat tercapai koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi
4. Roda bergigi,
dalam naungan/pengayoman pemerintah, rakyat Gunungkidul giat membangun segala bidang yang dilukiskan dengan sebuah roda bergigi berwarna putih perak, karenanya pembangunan dilaksanakan dengan kesucian lahir batin.
5. Lukisan busur panah berwarna merah putih
berarti rakyat Gunungkidul gigih berjuang melawan semua penghambat pembangunan di segala bidang yang ada dalam semangat kesatuan dan persatuan yang digambarkan dengan, warna-warni sang saka, bendera pusaka kita:merah putih.
6. Setangkai daun ketelah pohon (singkong)
menggambarkan hasil produksi terbanyak didaerah Gunungkidul.
7. Sepasang burung lawet berwarna hitam
menggambarkan salah satu hasil daerah Gunungkidul yang tinggi nilainya yakni sarang burungnya. Selain itu burung lawet adalah burung yang tahan hidup di daerah yang sangat sulit. Demikian pula rakyat Gunungkidul, meskipun tempat tinggalnya tandus dan sangat sulit, namun dengan semangat dan penuh keinsyafan dan rasa tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang selalu berusaha dengan sekuat tenaga menghasilkan kerja yang kondusif dan produktif.
8. Keris luk 5, dapur : Pandawa, berwarna kuning emas,
mewujudkan senjata ampuh dan naluri di tangan dan pemimpin-pemimpinnya dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan.
9. Sederetan bukit berjumlaha 8 (delapan) buah
menggambarkan daerah Gunungkidul yang berbukit- bukit. Perlu kemantapan serta keteguhan hati untuk mengolahnya.
Bukit yang berjumlah 8 (delapan) buah melambangkan "Hasta Dharma yaitu :
Pengayoman seluruh rakyat tanpa membedakan golongan aliran dan agama.
Pemberi petunjuk dan bimbingan kepada rakyat menunjukkan ketertiban dan keamanan.
Penyuluh dalam gelap dan penolong dalam penderitaan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga terjadi ketenangan dan ketentraman lahir dan batin.
Pembina semangat kehidupan masyarakat sehingga tertanam sikap dan sifat dinamis, konstruktis, dan korektif.
Pembangkit dan pemupuk daya cipta menuju ke arah kesejahteraan masyarakat.
Sifat sabar, tekun, ulet dan bijaksana agar dapat menampung dan mencarikan penyelesaian segala persoalan hidup dan kehidupan rakyat sehari-hari.
Penggerak segala kegiatan masyarakat menuju tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa.
Memberantas kejahatan dan kemaksiatan dengan jalan bertindak tegas, adil dan jujur tanpa pandang bulu dan harus menjadi teladan didalam kebaikan lahir, batin dan kemaslahatan.
10. Setangkai padi berisi 5 (lima) butir padi berwarna kuning emas
melambangkan kemakmuran Bangsa Indonesia umumnya dan khususnya yang dicita-citakan rakyat Gunungkidul dalam bidang pangan.
11. Setangkai kapas berbunga 4 (empat) buah dan berdaun 8 (delapan) helai
melambangkan kemakmuran Bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Gunungkidul khususnya pada bidang sandang.
12. Lukisan laut dengan gelombang/ombak yang berjumlah 17 (tujuh belas) berwarna putih perak
menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Gunungkidul berbatasan dengan Lautan Indonesia yang kaya raya
13. Rumput laut yang digambarkan berwarna coklat
mewujudkan hasil Gunungkidul yang penting.
14. Sehelai pita kuning bertuliskan "GUNUNGKIDUL"
sebagai petunjuk bahwa lambang tersebut milik Daerah Kabupaten Gunungkidul
15. Warna-warna melambangkan sifat sebagai berikut
Kuning/kuning emas:
keluhuran yang bijaksanya atau cendekia
Hijau:
doa, harapan dan Kepercayaan.
Biru:
ketaatan, kesetiaan
Hitam:
Kemantapan, keteguhan dan kekekalan
Merah:
berani yang gagah perkasa
Putih:
Kesucian yang bersih tanpa pamrih
Cokelat:
kokoh, sentosa
1. Perisai
sebagai alat penangkis serangan musuh/untuk melindungi diri.
2. Bintang bersudut 5(lima) berwarna kuning emas
mengingatkan akan keagunganl Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber segala perikehidupan dan penghidupan serta "Sangran paraning dumadi".
3. Lukisan pohon beringin
yang melambangkan pengayoman, tempat berteduh bagi rakyat yang memerlukan pimpinan dan perlindungan dengan 5 (lima) akar dasar yang berarti bahwa kepemimpinan didalam Daerah Kabupaten Gunungkidul berdasarkan dan berlandaskan Falsafah Negara Republik Indonesia: Pancasila.
Pohon bercabang 3 (tiga)
melambangkan, bahwa Pemerintah sebagai pelindung dari rakyat mempunyai 3 (tiga) bidang, yakni : legislatif,eksekutif dan yudikatif.
Pohon beringin mempunyai sulur (akar angin) 8 buah (sebelah menyebelah pokok pohon 4 sulur)
berarti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam melindungi, membina dan memimpin maupun memerintah rakyat mengulurkan tangannya dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk ikut serta secara aktif dalam pemerintahan dengan jalan melaksanakan dan memberikan social control, social participation dan social responbility sehingga dapat tercapai koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi
4. Roda bergigi,
dalam naungan/pengayoman pemerintah, rakyat Gunungkidul giat membangun segala bidang yang dilukiskan dengan sebuah roda bergigi berwarna putih perak, karenanya pembangunan dilaksanakan dengan kesucian lahir batin.
5. Lukisan busur panah berwarna merah putih
berarti rakyat Gunungkidul gigih berjuang melawan semua penghambat pembangunan di segala bidang yang ada dalam semangat kesatuan dan persatuan yang digambarkan dengan, warna-warni sang saka, bendera pusaka kita:merah putih.
6. Setangkai daun ketelah pohon (singkong)
menggambarkan hasil produksi terbanyak didaerah Gunungkidul.
7. Sepasang burung lawet berwarna hitam
menggambarkan salah satu hasil daerah Gunungkidul yang tinggi nilainya yakni sarang burungnya. Selain itu burung lawet adalah burung yang tahan hidup di daerah yang sangat sulit. Demikian pula rakyat Gunungkidul, meskipun tempat tinggalnya tandus dan sangat sulit, namun dengan semangat dan penuh keinsyafan dan rasa tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang selalu berusaha dengan sekuat tenaga menghasilkan kerja yang kondusif dan produktif.
8. Keris luk 5, dapur : Pandawa, berwarna kuning emas,
mewujudkan senjata ampuh dan naluri di tangan dan pemimpin-pemimpinnya dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan.
9. Sederetan bukit berjumlaha 8 (delapan) buah
menggambarkan daerah Gunungkidul yang berbukit- bukit. Perlu kemantapan serta keteguhan hati untuk mengolahnya.
Bukit yang berjumlah 8 (delapan) buah melambangkan "Hasta Dharma yaitu :
Pengayoman seluruh rakyat tanpa membedakan golongan aliran dan agama.
Pemberi petunjuk dan bimbingan kepada rakyat menunjukkan ketertiban dan keamanan.
Penyuluh dalam gelap dan penolong dalam penderitaan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga terjadi ketenangan dan ketentraman lahir dan batin.
Pembina semangat kehidupan masyarakat sehingga tertanam sikap dan sifat dinamis, konstruktis, dan korektif.
Pembangkit dan pemupuk daya cipta menuju ke arah kesejahteraan masyarakat.
Sifat sabar, tekun, ulet dan bijaksana agar dapat menampung dan mencarikan penyelesaian segala persoalan hidup dan kehidupan rakyat sehari-hari.
Penggerak segala kegiatan masyarakat menuju tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa.
Memberantas kejahatan dan kemaksiatan dengan jalan bertindak tegas, adil dan jujur tanpa pandang bulu dan harus menjadi teladan didalam kebaikan lahir, batin dan kemaslahatan.
10. Setangkai padi berisi 5 (lima) butir padi berwarna kuning emas
melambangkan kemakmuran Bangsa Indonesia umumnya dan khususnya yang dicita-citakan rakyat Gunungkidul dalam bidang pangan.
11. Setangkai kapas berbunga 4 (empat) buah dan berdaun 8 (delapan) helai
melambangkan kemakmuran Bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Gunungkidul khususnya pada bidang sandang.
12. Lukisan laut dengan gelombang/ombak yang berjumlah 17 (tujuh belas) berwarna putih perak
menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Gunungkidul berbatasan dengan Lautan Indonesia yang kaya raya
13. Rumput laut yang digambarkan berwarna coklat
mewujudkan hasil Gunungkidul yang penting.
14. Sehelai pita kuning bertuliskan "GUNUNGKIDUL"
sebagai petunjuk bahwa lambang tersebut milik Daerah Kabupaten Gunungkidul
15. Warna-warna melambangkan sifat sebagai berikut
Kuning/kuning emas:
keluhuran yang bijaksanya atau cendekia
Hijau:
doa, harapan dan Kepercayaan.
Biru:
ketaatan, kesetiaan
Hitam:
Kemantapan, keteguhan dan kekekalan
Merah:
berani yang gagah perkasa
Putih:
Kesucian yang bersih tanpa pamrih
Cokelat:
kokoh, sentosa
Sabtu, 30 Juni 2012
... Logo Kabupaten Bantul ...
![]() |
| ... Logo Kabupaten Bantul ... |
Ibukota Wates
logo Vector Kabupaten Bantul (Download.cdr )
Arti Logo Kabupaten Bantul
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor : 01/1972 Tentang Lambang Daerah Kabupaten Bantul.
I.BENTUK DAN ISI LAMBANG DAERAH
Bentuk dasar lambang daerah Kabupaten Bantul
adalah Ellipse (bulat panjang) yang merupakan gabungan Teratai Berkelopak Lima.
Di bawah lukisan bentuk dasar terdapat gambar pita bertuliskan “KABUPATEN BANTUL”
Di dalam bentul Ellipse (bulat panjang) yang merupakan bunga Teratai Berkelopak Lima berisi lukisan yang menggambarkan :
- Keadaan Alam
- Kekayaan Alam
- Latar Belakang Sejarah
- Semangat dan Cita-cita
- Persatuan/kesatuan
- Ukuran Lambang Daerah garis tengah Horisontal 30 dan garis tengah Vertikal 40.
II.ARTI DAN MAKNA LAMBANG DAERAH
- Landasan Idiil Pancasila
Gambar Bintang Emas bersegi lima
menggambarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Gambar Pohon Kelapa
menggambarkan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Lukisan Dalam Warna Merah , Putih dari Roda Bergerigi
menggambarkan Persatuan Indonesia.
Lukisan Dalam Gambar Sungai
menggambarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
Lukiwan Dalam Ganbar Padi dan Kapas
menggambarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ukiran Persegi(linggir Jawa) Empat dan Keris Berlekuk (luk Jawa) Lima
menggambarkan Landasan Struktural Undang-Undang Dasar 1945
Tulisan huruf Jawa berbunyi “HAMAMAYU HAYUNING BAWONO”
menggambarkan Tata kehidupan gotong royong kearah ketentraman dan kemakmuran dilukiskan
Bintang Emas bersegi lima
menggambarkan Nilai-nilai Keagamaan
Keris dan Gunung
menggambarkan Semangat perjuangan dan kepahlawanan yang mengingatkan perjuangan Pahlawan Nasional Pangeran Diponogoro yang bermarkas di Gua Selarong pada waktu melawan penjajah Belanda.
Roda Bergerigi
menggambarkan Semangat Pembangunan dilukiskan dan untuk mencapai kemakmuran perlu dibangun industri-industri.
Sejarah pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Bantul dilukiskan dalam gambar serangkai kapas dengan lima belas buah serta daunnya dan setangkai padi dengan limah puluh butir biji menunjukan bahwa Daerah Otonomi Kabupaten Bantul dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor : 15/1950.
Keadaan Alam dilukiskan dalam warna Hijau Muda, gambar Pegunungan, Sungai dan Laut.
Persatuan dan kesatuan dilukiskan dalam gambar tepi ellipse (bulat panjang) yang merupakan Bunga Teratai berkelopak lima dengan tiada terputus.
Pemerintahan dalam melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat mempunyai 3 (tiga) bidang:
- Bidang Legislatif
- Bidang Eksekutif
- Bidang Yudikatif
Pohon Kelapa dengan Tiga Pelepah dengan “Empat” Butir Buah Kelapa
melambangkan bahwa Pemerintah mengikutsertakan rakyat untuk melakukan :
- Sosial Control
- Sosial Support
- Sosial Participation
- Sosial Responsibility
Hasil Produksi Daerah Kabupaten bantul dilukiskan dalam gambar Roda Bergerigi
yang menunjukan adanya pabrik, daun tembakau merupakan bahan eksport dan pohon kelapa yang berbuah menunjukan bahwa Kabupaten Bantul mempunyai hasil spesifik (Geplak) dari Buah Kelapa.
III. WARNA DAN ARTINYA
Warna Dasar Hijau
Berarti kesuburan dan kemakmuran
Warna Lukisan
Hitam berarti keabadian
Biru
Berarti kesetiaan
Kuning & Kuning Emas
Berarti keluhuran, keagungan, kemasyuran
Merah
Berarti keberanian
Putih
Berarti kesucian
Hijau Muda
Berarti kesuburan & harapan.
Minggu, 27 Mei 2012
... Logo Kabupaten Kulon Progo ...
![]() |
| ... Logo Kabupaten Kulon Progo ... |
Ibu kota Wates
logo Vector Kabupaten Kulon Progo (Download.cdr )
Arti Logo Kabupaten Kulon Progo
Bintang segilima
melambangkan landasan idiil perjuangan yaitu falsafah negara Pancasila
Lingkaran
melambangkan bahwa dengan landasan idiil yang tetap dan tidak akan berubah itulah segenap lapisan dan aliran masyarakat serta semua keyakinan dapat dipersatukan
Lingkungan yang berbentuk rantai yang tidak terputus
melambangkan bahwa semua keadaan di daerah Kulon Progo adalah untuk semua rakyat di daerah Kulon Progo
Kapas dan padi
melambangkan bahan kebutuhan pokok, kelapa dan cengkeh menunjukkan produksi khas Kulon Progo
Garis bergelombang tinggi rendah
melambangka kondisi alam Kulon Progo bervariasi dari dataran sampai pegunungan
Coretan 3 buah
melambangkan 3 sungai besar di Kulon Progo yaitu Kali Progo, Kali Serang dan kali Bogowonto
Nyala juplak (pelita tradisional)
melambangkan jiwa dan semangat pantang mundur.
Sabtu, 14 April 2012
... Logo Kota Yogyakarta ...
![]() |
| ... Logo Kota Yogyakarta ... |
Ibu kota Umbulharjo
logo Vector Kota Yogyakarta (Download.cdr )
Arti Logo Kota Yogyakarta
Dasar HukumKetetapan DPRD Nomor 2 Tahun 1952 tentang Penetapan Lambang Kota Praja Yogyakarta
Makna Lambang :
Perbandingan ukuran 18 : 25
untuk memperingati tahun permulaan perjuangan Pangeran Diponegoro di Yogyakarta (tahun 1825)
Warna Hitam : Simbol Keabadian
Warna Kuning dan Keemasan : Simbol Keluhuran
Warna Putih : Simbol Kesucian
Warna Merah : Simbol Keberanian
Warna Hijau : Simbol Kemakmuran
Mangayu Hayuning Bawono : Cita-cita untuk menyempurnakan masyarakat
Bintang Emas : Cita-cita kesejahteraan yang dapat dicapai dengan usaha dibidang kemakmuran
Padi dan kapas: Jalan yang ditempuh dalam usaha kemakmuran pangan dan sandang
Perisai : Lambang Pertahanan
Tugu : Ciri khas Kota Yogyakarta
Dua sayap : Lambang kekuatan yang harus seimbang
Gunungan : Lambang kebudayaan
Beringin Kurung : Lambang Kerakyatan
Banteng : Lambang semangat keberanian
Keris : Lambang perjuangan
Terdapat dua sengkala
Gunaning Keris Anggatra Kota Praja : Tahun 1953 merupakan tahun permulaan pemakaian Lambang Kota Yogyakarta
Warna Hasta Samadyaning Kotapraja : Tahun 1884
FLORA DAN FAUNA IDENTITAS KOTA YOGYAKARTA
Dalam rangka menumbuhkan menjadi kebanggaan dan maskot daerah telah ditetapkan pohon Kelapa Gading (Cocos Nuciferal vv.Gading) dan Burung Tekukur (Streptoplia Chinensis Tigrina) sebagai flora dan fauna identitas Kota Yogyakarta
Keberadaan pohon Kelapa Gading begitu melekat pada kehidupan masyarakat Yogyakarta, karena dikenal sebagai tanaman raja serta mempunyai nilai filosofis dan budaya yang sangat tinggi, sebagai kelengkapan pada upacara tradisional/religius, mempunyai makna simbolis dan berguna sebagai obat tradisional.
Burung tekukur dengan suara merdu dan sosok tubuh yang indah mampu memberikan suasana kedamaian bagi yang mendengar, menjadi kesayangan para pangeran dilingkungan kraton. Dengan mendengar suara burung tekukur diharapkan orang akan terikat kepada Kota Yogyakarta
Sabtu, 31 Maret 2012
... logo Provinsi D.I.Y. ...
![]() |
| ... logo Provinsi D.I.Y. ... |
Ibu kota Yogyakarta
logo Vector Provinsi DIY (Download.cdr )
Arti Logo Provinsi D.I.Y.
A. Landasan Idiil Pancasila
digambarkan dengan:
Bintang emas bersegi lima (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Tugu dan sayap mengembang (Kemanusiaan yang adil dan beradap)
Bulatan-bulatan merah dan putih (Persatuan Indonesia)
Ompak, batu penyangga saka guru/ tugu (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perusyawaratan perwakilan)
Padi-kapas (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).
B. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
digambarkan dengan:
Tujuh Belas (17) bunga kapas
Delapan (8) daun
Empat Puluh lima (45) butir padi.
C.Tata kehidupan gotong royong
digambarkan dengan:
Bulatan (golong)
Tugu berbentuk silinder (gilig).
D. Nilai-nilai keagamaan, pendidikan dan kebudayaan
digambarkan dengan:
Bintang emas bersegi dan sekuntum bunga melati di puncak tugu.
Bunga melati dan tugu yang mencapai bintang mengambarkan rasa susila dengan pendidikan dan kebudayaan luhur serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bunga Melati yang sering digunakan dalam upacara sakral mengandung nilai seni, budaya dan religius.
E. Semangat perjuangan dan kepahlawanan
digambarkan dengan:
Warna-warna merah putih yang dominan, serta tugu yang tegak.
F. Semangat terbentuk Daerah Istimewa Yogyakarta
digambarkan dengan:
Sayap mengembang berbulu 9 helai di bagian luar dan 8 helai di bagian dalam, menggambarkan peranan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII, yang pada tanggal 5 September 1945 mengeluarkan amanatnya untuk menggabungkan daerah Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta.
G. Keadaan alam DIY
digambarkan dengan:
Warna hijau tua dan hijau muda karena ada bagian ngarai yang subur dan ada daerah perbukitan yang kering.
H. Candrasengkala / Suryasengkala terbaca dalam huruf Jawa: "Rasa Suka Ngesthi Praja, Yogyakarta Trus Mandhiri"
yang artinya:
Dengan berjuang penuh rasa optimisme membangun Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tegak selama-lamanya: rasa (6) suka (7) ngesthi (8) praja (1) adalah tahun Masehi 1945, yaitu tahun defacto berdirinya Daerah Istimewa Yogyakarta.
I. Bersatu, adil dan makmur
dilukiskan dengan:
Tugu tegak yang dilingkaran dengan padi dan kapas. Nilai-nilai peradaban yang luhur digambarkan secara menyeluruh berwujud ukiran, sungging dan prada yang indah
Langganan:
Postingan (Atom)





