Home

Senin, 30 Januari 2012

... Logo Kabupaten Banyumas ...

... Logo Kabupaten Banyumas ...
 Ibukota Purwokwerto
logo Vector Kabupaten Banyumas (Download.cdr )
 
Arti Logo Kabupaten Banyumas
 
1. Daun lambang 
berbentuk bulat dan didalamnya berlukiskan dari atas ke bawah, melambangkan kebulatan tekad masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas dalam melaksanakan usahanya yang suci, ikut serta dalam revolusi bangsa Indonesia dalam mengejar cita-cita bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

    a.Gunung Slamet
    Berwarna abu-abu(kelabu) atau hitam dengan latar belakang warna biru 
    di bagian atas dan warna hijau di bagian sebelah bawahnya.
    NAMA SLAMET: mencerminkan harapan masyarakat di kabupaten Banyumas
    khususnya dan seluruh wilayah Indonesia umumnya agar supaya senantiasa
    selamat di dunia dan akhirat kelak dengan arti kata sesuai dengan Pancasila.
    GUNUNG SLAMET: digambarkan sangat megah menjulang tinggi ke angkasa,
    melukiskan keagungan dan keteguhan yang dimiliki dan diamalkan oleh manusia 
    masyarakat di Kabupaten Banyumas. Di gunung terdapat terdapat hutan lebat 
    yang perlu dijaga agar tetap menghijau, mengingat fungsi hutan bagi daerah 
    (hasta karana) yang bersifat: klimatologis, hidrologis, orologis, sosiologis,
     ekonomis, strategis, estetis, sanitair.
 
    b.Sungai Serayu
    Terletak melintang dengan warna kuning emas berlapis tiga yang dibatasi
    dengan baris gelombang sebanyak empat buah berwarna hitam.
    NAMA SERAYU: mencerminkan harapan masyarakat di Kabupaten Banyumas 
    khususnya dan seluruh Indonesia umumnya, agar supaya senantiasa 
    RAHAYU atau selamat.
    AIR SUNGAI SERAYU: sangat bermanfaat untuk pertaniandan usaha-usaha
    produksi serta usaha-usaha untuk kesejahteraan lainnya dari masyarakat 
    Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Digambarkan tiga lapis gelombang
    maksudnya, bahwa sungai tersebut mengalir di tiga ex Kawedanan yaitu 
    Banyumas, Sokaraja, Jatilawang.
 
    c.Seludang (Mancung)
    Berwarna cokelat dan manggar berwarna kuning emas yang tandanya
    terdapat 10 butir buah kelapa yang masih muda (bluluk) berwarna putih,kuning 
    dan seluruhnya terletak di bagian bawah sebelah kiri. Kabupaten Banyumas 
    merupakan penghasil gula kelapa dan merupakan sumber salah satu usaha rakyat.
 
    d.Setangkai/ranting cengkeh
    Dengan tangkainya yang berbuah lima biji, cengkeh berwarna cokelat/
    kuning emas yang terletak di belahan bawah sebelah kanan. Berbuah lima 
    diartikan Pancasila. Kabupaten Banyumas merupakan penghasil cengkeh
    yang cukup besar.
 
    e.Gada Rujak Polo
    Berwarna hitam yang beruas lima buah, pinggiran lukisan yang ada di dalamnya   
    merupakan batas ruas yang berwarna kuning. Merupakan senjata Raden Werkudara
    dengan sifat satria, jiwa pejuang yang gagah berani dan kuat yang dimiliki
    oleh orang Banyumas yang mengingatkan para tokoh dan pejuang 
    Kabupaten Banyumas. Raden Werkudara bersifat jujur dan cablaka yang
    juga merupakan sifat orang Banyumas.
 
    f.Sebatang Pohon Beringin
    Pohon beringin yang mempunyai sulur enam buah dan rimbunan daun
    berupa tiga lapisan gelombang yang merupakan rangkaian 24 busur dengan
    susunan dari dalam keluar 4,6, dan 14 yang keseluruhannya berwarna putih dan 
    terletak di tengah sebagai bayangan (di belakang gada rujak polo). 
    Bermakna pengayoman, keadilan, dan kebenaran yang diusahakan dan 
    menjadi cita-cita masyarakat Banyumas.
 
2.Surya sengkala:RARASING RASA WIWARANING PRAJA
Mengandung makna Tahun 1966 dan juga diartikan bahwa rasa yang serasi dari masyarakat merupakan pintu gerbang untuk memasuki daerah atau negara yang dicita-citakan.Ditulis dengan huruf Latin berwarna emas di atas dasar yang berbentuk pita sebagai bayangan berwarna hitam dengan pelisir kuning emas. Nama daerah “DAERAH KABUPATEN BANYUMAS” ditulis dengan huruf Latin berwarna kuning emas di atas dasar yang berbentuk pita berwarna merah pelisir warna kuning emas.
 
3.Pengapit lambang
    a.Sebelah kiri:Setangkai bulir padi berbiji 17 (berwarna kuning emas)
 
    b.Sebelah kanan:Ranting murbai 8 (berwarna hijau berpelisir warna kuning emas,
    berbuah delapan untai/buah berwarna merah dan kuning emas serta tangkainya 
    berwarna kuning emas)
 
Menggambarkan dan bermakna Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Perpaduan antara padi murbai dan gada rujak polo melambangkan hari depan rakyat Banyumas yang menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Perpaduan antara bulir padi tujuh belas biji, murbai berdaun delapan, garis gelombang empat buah dan gada beruas lima adalah merupakan angka tanggal bersejarah, Hari Proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945.
 
 4.Makna Warna untuk motif gambar lambang daerah
    a.Biru:kedamaian, terang
    b.Hitam:keabadian,keteguhan,setia,konsekuen
    c.Kuning emas:kemurnian dan ketinggian mutu, keluhuran
    d.Hijau:kesuburan,kemakmuran
    e.Merah:keberanian,dinamika
    f.Putih:kesucian,kejujuran


Kamis, 19 Januari 2012

... Logo Kabupaten Temanggung ...

... Logo Kabupaten Temanggung ...
 Ibukota Temanggung
logo Vector Kabupaten Temanggung (Download.cdr )

Arti Logo kabupaten Temanggung

BENTUK ISI DAN TULISAN LAMBANG
 
Bentuk Lambang adalah segi lima berbentuk perisai yang sesuai sudutnya terletak dipuncak dengan garis tepi berwarna kuning emas, didalamnya berisikan segi lima berwarna putih dan lukisan-lukisan.
Isi lambang terdiri atas lukisan-lukisan sebagai berikut :
1. sebuah bintang bersegi lima berwarna kuning
2. dua buah gunung berwarna biru muda.
3. dua nyala api masing-masing berlidah delapan buah
4. setangkai buah padi berjumlah 17 butir.
5. seutas rantai bermata 8 buah
6. serangkai bunga kapas dan daun yang masing –masing berjumlah 4 kuntum dan 5 helai.
7. sebuah bambu runcing beruas 5 berwarna kuning berdiri tegak lurus ditengah-tengah dua buah gunung.
8. setangkai batang panili berdaun empat helai dan berjumlah dua untai.
9. setangkai dahan kopi berdaun 4 helai dan berbuah 4 dompol.
10. sebatang pohon tembakau berdaun 8 helai bermahkota dipuncaknya.
11. Dibagian bawah Lambang terdapat tulisan "Swadaya Bhumi Phala" sebagian motto (semboyan), dengan huruf cetak warna putih diatas dasar warna biru muda.

 
III. MAKNA BENTUK LUKISAN-LUKISAN DAN TATA-WARNA YANG DIPAKAI DIDALAM LAMBANG.
 
Bentuk perisai 
melambamgkan ketentuan dalam menangulangi segala kesulitan.
 
Segi lima 
didalamnya melambangakan pancasila sebagai Dasar Negara dan falsafah bangsa Indonesia.
 
Lukisan bintang bersegi lima 
melambangkan ke-agungan Tuhan, yang mengandung arti bahwa rakyat Kabupaten Temanggung bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
Lukisan-lukisan dua buah gunung 
adalah Gunung-gunung Sumbing dan Sindoro.
 
Lukisan nyala api 
melambangkan semangat pejuang Rakyat dalam mencapai cita-citanya, sedangkan jumlah delapan buah lidah api yang terlukis pada masing-masing sisi sebagai peringatan bahwa terciptanya Lambang ini pada waktu DPRD-GR Kabupaten Temanggung berusia satu windu (8 tahu).
 
Lukisan-lukisan buah padi berjumlah 17 butir, rantai bermata 8 buah, kapas berbunga 4 kuntum dan berdaun 5 helai
mengingatkan saat Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
 
Lukisan rantai 
melambangkan jiwa dan kepribadian Rakyat Kabupaten Temanggung yang penuh solidaritas dan persatuan yang tidak terpatahkan.
 
Lukisan-lukisan padi, kapas 
melambangkan kemakmuran, sedangkan panili, kopi dan tembakau merupakan tanaman khas Daerah Kabupaten Temanggung melambangkan kesejahteraan Daerah.
 
Lukisan sebuah bambu runcing 
melambangkan perjuangan Rakyat Daerah Kabupaten Temanggung pada waktu revolusi fisik, khususnya terkenal bambu runcing parakan.
Bilangan-bilangan pada lukisan-lukisan lainya
tidak mempunyai makna, melainkan hanya untuk membentuk keserasian dan keaslian seluruh lukisan.
Tulisan Lambang berbunyi : "Swadaya Bhumi Phala" berasal dari bahasa Sansekerta mengandung arti :
Swadaya terdiri atas duka kata Swa dan Daya. 
Swa : berarti sendiri dan Daya berarti : Kekuatan /Kemampuan / Usaha
Bhumi berarti : Bumi tempat kita berpijak .

Phala berarti : buah atau hasil
Arti keseluruannya : "Dengan kekuatan sendiri (berdikari) mempertinggi hasil bumi"
Tata warna yang dipakai didalam Lambang mengandung makna sebagai berikut :
Hijau : berarti Kemakmuran.
 
Putih : berarti Kesucian.
 
Merah : berarti Keberanian .
 
Kuning : berarti keagungan, keluhuran dan kekayaan.
 
Kuning emas  : berarti Kemuliaan , kejayaan.
 
Biru : berarti Ketenagan .
        
Hitam  : berarti Kemantapan, ketagasan, ketangguhan, kekekalah.


... Logo Kabupaten Pemalang ...

... Logo Kabupaten Pemalang ...
 Ibukota Pemalang
logo Vector Kabupaten Pemalang (Download.cdr )
 
Arti Logo Kabupaten Pemalang 

Lambang Kabupaten Pemalang terdiri dari lambang berbentuk:
Kundi-pertala segi lima, Bintang, pengapit lambang, nama daerah dan lampu pedalangan. Kelima bagian tersebut disusun sedemikian rupa hingga nama daerah terletak diantara daun lambang dengan lampu Blencong/pedalangan, kesemuanya ada di dalam perisai wadah.
 
Berdasarkan ketetapan DPRD Gotong Royong Kabupaten Pemalang tertanggal 1 Juni 1968 tentang penetapan Bentuk dan Arti Lambang Daerah Kabupaten Pemalang, Lambang Daerah Kabupaten mempunyai arti tersendiri.

Bentuk Kundi-pertala (Kendi dari tanah)berbentuk dasar segi lima
melambangkan dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
 
Bintang bersudut lima berwarna kuning emas
melambangkan kepercayaan rakyat Kabupaten Pemalang terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kubah berwarna biru
melambangkan keimanan dan ketaqwaan rakyat Pemalang kepada Tuhan YME.

Bambu Runcing
melambangkan kepahlawanan dan kesatriaan rakyat Pemalang.

Gunung (Gunung Slamet)
adalah suatu ciri yang khusus bagi Kabupaten Pemalang karena Gunung Slamet merupakan satu-satunya gunung di Pemalang.

Pegunungan (Bentuk benteng atau tangga-tangga)
melambangkan keadaan alamiah daerah Pemalang. Di dalamnya terkandung hasil-hasil hutan antara lain glagah arjuna, jati dan pohon pinus sebagai komoditi ekspor. Garis horizontal berwarna putih melambangkan batas antara daerah datar dan pegunungan.

Pohon beringin
melambangkan suatu pengayoman dari pemerintah daerah terhadap rakyatnya. Dua lidah api yang berpadu dengan bambu runcing yang merupakan satu rangkaian tunggal melambangkan kepahlawanan dalam mempertahankan Bumi Pertiwi dari imperialisme/kolonialisme.

Dua bilah kerisdengan bentuk yang sama besarnya dengan ujung ke atas
melambangkan kesatriaan patriot-patriot Pemalang dalam sejarah perjuangan. Serta menggambarkan peninggalan, sejarah kebudayaan yang tinggi. Dua pusaka tersebut (Kyai Sitapak dan Kyai Simongklang) yang sama besarnya memancar melalui sebelah bawah membelok ke atas di belakang keluar dari bambu runcing. Masing-masing keris dengan lidah api merah menyala ke atas dengan pesisir kuning. Berarti rakyat Pemalang selalu punya semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Layar perahu
melambangkan kemudi alam dengan sifat terpimpin dalam arus gelombang yang mencoba menggulingkan struggle for life, namun layar tetap tegak berkembang melawan hempasan gelombang dan derunya angin yang meniup kencang. Perahu melambangkan sifat-sifat bahariawan. Merupakan kejayaan di lautan yang dimiliki rakyat Pemalang.

Laut bergelombang (tiga buah)
melambangkan bahwa sifat rakyat Pemalang selalu bergerak maju mengikuti program pemerintah untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Arus laut suatu saat tenang dan bergelombang di saat lain, mencerminkan watak rakyat Pemalang yang selalu tenang dan bergerak dalam sejarah perjuangan.

Padi dan kapas
melambangkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Perpaduan dari bintang, padi dan kapas melambangkan hari depan rakyat Pemalang dalam menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Tuhan YME, berdasarkan Pancasila. Jumlah kapas 17 buah, api yang berlidah 8 dan padi berbulir 45 melambangkan hari Proklamasi 17 Agustus 1945.

Blencong (Lampu Pedalangan)
melambangkan keindahan seni dan budaya terutama dengan motif wayang kulit ataupun dengan motif Gajah Mada yang sekaligus merupakan penerangan dan penyebaran agama.

Pembuat Lambang Pemalang
Lambang daerah Kabupaten Pemalang diciptakan Waluyo, Mantan Kasubbag Umum Setwan. Sebelumnya pada tahun 1967-1969 ketika dirinya mengikuti pendidikan keuangan P3KM Depkeu di Semarang, mendapat edaran tentang lomba logo Kabupaten Pemalang. Merasa tertarik, kemudian mengirimkan 2 gambar. Rupanya dia tidak sendiri, 65 peserta mulai mendaftar. Setelah diambil lima finalis, akhirnya ia terpilih sebagai pemenangnya.
 

... Logo Kabupaten Pati ...

... Logo Kabupaten Pati ...
 Ibukota Pati
logo Vector Kabupaten Pati (Download.cdr )

Arti Logo Kabupaten pati


Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu Gambar yang berupa: "keris rambut pinutung dan kuluk kanigara".

Padi Kapas
mencerminkan bahwa Pati adalah daerah pertanian yang subur.
 

Padi 
berjumlah 17 yang merupakan tanggal Kemerdekaan NKRI.
 

Kapas
berjumlah 8 melambangkan bulan Kemerdekaan NKRI
 

Pintu gerbang majapahit 
yang jumlah manukan gentingnya 45 melambangkan Tahun Kemerdekaan NKRI

Gunung muria serta Laut Jawa 

yang merupakan latar belakangkondisi geografi Kab Pati.
 

Keris Rambut Pinutung dan Tombak Senjata 
andalan Kadipaten Pati juga gambar Kepala 

Lembu Pragola serta Kuluk Kanigoro
kesemuanya itu simbol kebesaran Kadipaten Pati. Makna 

Bintang 
adalah bahwasanya masyarakat Pati adalah berkeTuhanan. Makna rantai adalah kerukunan.
 

Bendera merah putih
merupakan bukti bahwa Kabupaten Pati setia selamanya dalam kerangka NKRI

SEMBOYAN KABUPATEN PATI ADALAH "BUMI MINA TANI"
 

DASAR HUKUM :
Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pati Nomor : 3 Tahun 1993 Tentang Semboyan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pati


Semboyan BUMI MINA TANI
yang merupakan kependekan dari :
B : Berdaya
U : Upaya
M : Menuju
I : Identitas Pati
M : Makmur
I : Ideal
N : Normatif
A : Adil
T : Tertib
A : Aman
N : Nyaman
I : Indah


Semboyan Pati “BUMI MINA TANI” mempunyai maksud sebagai berikut:
 

Berdaya
adalah berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita.
 

Upaya
merupakan usaha masyarakat dalam mencapai cita-cita yang diharapakan.
 

Menuju
merupakan arah / tujuan yang ingin dicapai sesuai identitas daerah.
 

Identitas Pati
merupakan ciri kekhususan yang sebenarnya, sehingga masyarakat dengan segala daya dan upaya ingin menemukan Jari Dirinya sendiri.
 

Makmur
merupakan cita-cita hidup yang diidam-idamkan seluruh bangsa yang sudah ada sejak bangsa itu lahir.
 

Ideal
merupakan harapan masyarakat yang diinginkan agar dicapai suatu keadaan yang selalu dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman.
 

Normatif
merupakan harapan masyarakat dan pemerintah yang ingin mencapai tata kehidupan senantiasa berpihak pada norma-norma yang berlaku.
 

Adil
merupakan cita-cita bangsa yang didambakan sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
 

Tertib
suatu keadaan yang diharapakan yaitu tertib pemerintah dan tertib masyarakatnya sehingga kedua-duanya harus saling mendukung tanpa ada yang bertentangan.
 

Aman
adalah suatu keadaan dimana masyarakat benar-benar merasa aman dan merasa terlindungi dalam hidupnya sehari-hari sebagai warga masyarakat.
 

Nyaman
adalah suatu keadaan dimana masyarakat merasa enak, sejuk, sehat, dan segar sehingga memungkinkan masyarakat betah tinggal di lingkungannya.

Indah
juga sebagai cita-cita pendukung yaitu kondisi estetika dambaan masyarakat.


... Logo Kabupaten Magelang ...

... Logo Kabupaten Magelang ...
 Ibukota Mungkid
logo Vector Kabupaten Magelang (Download.cdr )


Arti Logo Kabupaten Magelang

Penjelasan tentang GAMBAR

Bintang bersudut lima berwarna kuning emas
terletak ditengah yang berbentuk perisai sebagai lambang perjuangan menggambarkan daerah Kabupaten Magelang adalah daerah yang subur bagi segala macam golongan, agama dan lapisan masyarakat.
 
Tulisan KABUPATEN MAGELANG Berwarna kuning emas
menunjukkan identitas daerah.
 
Stupa Borobudur berdiri limas trap berwarna putih dan berlubang hitam terletak ditengah - tengah perisai
melambangkan monumen tersohor Candi Borobudur yang dimiliki Kabupaten Magelang dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia dan melambangkan obyek Pariwisata.
 
Keris berwarna kunig emas terletak ditengah stupa
melambangkan perjuangan pahlawan Diponegoro yang gigih menentang penjajah Belanda.

Gunung berjumlah lima buah berwarna kuning emas terletak dibawah trap
melambangkan bahwa Kabupaten Magelang adalah suatu wilayah pegunungan/dataran tinggi dari lima pegunungan ( Panca Arga ) yaitu Gunung Merapi,Merbabu, Andong, telomoyo dan Sumbing.

Duapuluh lima butir padi berwarna kuning berangkai membujur keatas di bagian kiri perisai dan lima buah kapas berwarna putih berangkai dengan empat daun berwarna kuning emas membujur keatas bagian perisai serta empat buah panili pada batangnya yang melilit pada bambu runcing di sebelah kiri
 melambangkan bahwa pada tanggal 25 September 1945 telah terjadi perjuangan mengusir penjajah Inggris dan Gurkha dalam mencapai kemerdekaan di daerah Kabupaten Magelang.
 
Dua helai daun tembakau berwarna kuning emas dan klembak yang terletak lurus dibawah daun tembakau
menggambarkan hasil produksi pertanian untuk Kabupaten Magelang.
 
Dua bambu runcing berwarna kuning emas terletak sudut menyudut kekiri dan kekanan pada klembak
melambangkan perjuangan rakyat dan pemerintah Kabupaten Magelang dalam perang kemerdekaan yang dapat menggalang persatuan dan kesatuan Bangsa.
 
Samir berwarna merah putih melengkung keatas
terletak dibagian bawah perisai yang menggambarkan suatu optimisme akan tercapainya cita - cita yang luhur.

Penjelasan tentang WARNA

Kuning tua atau kuning emas
berarti keluhuran, melambangkan cita -cita yang luhur yang terkandung didalam perjuangan rakyat Kabupaten Magelang.

Merah tua
berarti berani, melambangkan keberanian bertindak, keberanian menderita demi untuk tercapainya cita - cita luhur.

Hijau tua
berarti harapan kehidupan, harapan akan cita - cita luhur yang amat besar.
 
Hitam
berarti abadi kekal, perjuangan rakyat Kabupaten Magelang kekal dan abadi, pantang mundur sampai cita - cita berhasil.

Putih
berarti suci bersih, perjuangan mencapai cita - cita, mencapai keadilan dan kebenaran


... Logo Kabupaten Jepara ...

... Logo Kabupaten Jepara ...
 Ibukota Jepara
logo Vector Kabupaten Jepara (Download.cdr )

Arti Logo Kabupaten Jepara

LAMBANG DAERAH Kabupaten Jepara berbentuk PERISAI BERSUDUT LIMA, dan berisi lukisan :

Nama Daerah “Jepara” ditulis dengan huruf latin (Romawi), berwarna merah diatas dasar putih.

LANGIT berwarna biru muda

GUNUNG berwarna biru tua

BINTANG bersudut lima
warna kuning emas

MENARA berwarna putih

POHON BERINGIN warna hijau bersulur empat dan berakar lima

UKIR-UKIRAN relung motif Jepara asli berwarna coklat

SEBULIR PADI berbiji 17 berwarna kuning

SETANGKAI RANTING dengan 8 buah KAPOK yang sedang merekah berkulit coklat dan isi putih.

BUNGA MELATI berwarna putih diikat dengan pita merah.

TANAH DATARAN berwarna hijau muda

LAUT berwarna biru dan bergelombang biru muda


MAKNA BENTUK DAN MOITIF-MOTIF DALAM LAMBANG PERISAI BERSUDUT LIMA

melambangkan perjuangan dan perlindungan.

GUNUNG

melambangkan kesentausaan serta ketenangan dan merupakan salah satu sumber kesuburan

BINTANG BERSUDUT LIMA

melambangkan kepercayaan kepada Tuhan YME sesuai dengan sila I dari Pancasila.

MENARA

melambangkan sebagian besar penduduk Kabupaten Jepara yang memeluk agama Islam.

POHON BERINGIN

melambangkan pengayoman dan persatuan sedangkan sulur 4 dan akar 5 mengandung arti angka tahun 45.

UKIR-UKIRAN RELUNG MOTIF JEPARA ASLI

melambangkan hasil seni kerajinan yang spesifik, penuh kreasi dan terkenal sampai keluar negeri.

PADI

melambangkan kemakmuran dalam bidang pangan, berbiji 17 mengandung arti angka tanggal 17.

KAPOK

melambangkan produksi daerah yang terkenal tinggi kwalitasnya dipasaran dunia, sedangkan jumlah 8 buah angka bulan ke 8.

Perpaduan antara butir PADI BERBIJI 17, KAPOK 8 buah dan SULUR 4 serta AKAR 5

merupakan rangkaian angka-angka yang mewujutkan saat yang bersejarah hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

BUNGA MELATI

diikat dengan pita merah melambangkan perjuangan dan kemajuan wanita serta menunjukkan tempat kelahiran Pahlawan Nasional RA Kartini.

TANAH DATAR

melambangkan kesuburan daerah, merupakan potensi pertanian dan perkebunan untuk kemakmuran.

LAUT

melambangkan kebebasan , mengandung kekayaan alam yang melimpah ruah sebagai sumber mata pencaharian utama bagi para nelayan.

Perpaduan antara LANGIT, GUNUNG, TANAH DATARAN dan LAUT

menggambarkan kekayaan alam di daerah sebagai sumber kehidupan dan penghidupan rakyat.

... Logo Kabupaten Grobogan ...

.. Logo Kabupaten Grobogan ...
 Ibukota Purwodadi
logo Vector Kabupaten Grobogan  (Download.cdr )

Arti Logo Kabupaten Grobogan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan tentang Lambang Daerah Pemerintah Kabupaten Grobogan tanggal 23 September 1968 disyahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 8 Pebruari 1971 Nomor Pemda 101412-30, bahwa Lambang Daerah Pemerintah
Kabupaten Grobogan sebagai berikut :

Perisai dengan batas tali bersimpul delapan dengan tulisan "Kabupaten Grobogan"
 bermakna bahwa Wilayah Kabupaten Grobogan dikelilingi oleh 8 Kabupaten tetangga.

Bintang warna kuning emas,dan bergaris pinggir putih.
Artinya Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mencerminkan bahwa seluruh rakyat dan penduduk Kabupaten Grobogan pada umumnya meyakini dan berbakti terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan landasan mental dan iktikad yang suci murni. Sudut 5 (lima) pada bintang artinya : Pancasila. Masyarakat Kabupaten Grobogan khususnya dan Indonesia pada umumnya bertekad bulat dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Pancasila adalah merupakan sumber hukum untuk mengurus dan mengatur daerah serta merupakan dasar falsafah dari segala tindak tanduk dan gaya Pembina Daerah.

Warna dasar kuning
melambangkan kemurnian dan keluhuran budaya.

Alas berwarna biru tua di bagian bawah.
Melambangkan kesetiaan, artinya rakyat Grobogan selalu setia kepada bumi sebagai tempat berpijak, yaitu kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Republik Indonesia. 

Tiga gelombang aliran warna biru muda. Melambangkan 3 sungai utama, yaitu Sungai Tuntang, Serang dan Lusiyang berguna bagi rakyat Kabupaten Grobogan.

Kobaran api.
 Melambangkan sumber api alam di Kabupaten Grobogan (Mrapen), sebagai simbol kehidupan dengan semangat yang menyala-nyala dan tidak pernah padam.

Warna hijau yang membentuk simbol pohon dan daun jati berwarna kuning.
Melambangkan hutan yang membentang di Kabupaten Grobogan sebagian besar merupakan hutan jati yang diharapkan mampu memberikan kemakmuran.

Gambar dua gunung berwarna biru. 
Melambangkan kondisi geografis Kabupaten Grobogan yang dibatasi oleh 2 (dua) pegunungan yaitu Pegunungan Kendeng dan Pegunungan Kapur Utara.

Gambar penampang melintang belahan bambu yang dijajarkan (Klakah). "Klakah" 
adalah tempat pembuatan garam darat yang khas di Kabupaten Grobogan sebagai lambang kerajinan rakyat di bidang industri kecil.
Gambar bambu runcing.
Melambangkan semangat seluruh rakyat dalam memperjuangkan, mempertahankan, membela dan mengisi kemerdekaan.

Gambar bulir padi dan jagung. 
Melambangkan hasil utama pertanian di Kabupaten Grobogan. 

Gambar Simbol Cahaya Listrik / Halilintar (Petir). 
Melambangkan kekuatan alam yang harus dapat dikuasai oleh rakyat Kabupaten Grobogan. Menggambarkan karakter masyarakat Kabupaten Grobogan dalam kemampuannya mengendalikan hawa nafsu. Halilintar (petir) ini diambil dari filosofi Legenda Ki Ageng Selo. 

Serangkaian 17 gerigi daun jati, 8 nyala kobaran api, 4 kelakah bambu, 5 ruas bambu runcing dan disinari cahaya halilintar.
Melambangkan bahwa inti perjuangan masyarakat dan Bangsa Indonesia yang ada di Kabupaten Grobogan dilandaskan pada semangat proklamasi 17 Agustus 1945.

 

Rabu, 18 Januari 2012

... Logo Kabupaten Demak ...

... Logo Kabupaten Demak ...
 Ibukota Demak
logo Vector Kabupaten Demak  (Download.cdr )
 
 
Arti Logo Kabupaten Demak
 
Bentuk Lambang daerah Kabupaten Demak berupa perisai yang berbentuk dasar segitiga lengkung melambangkan pertahanan dan keamanan lahir dan batin.

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Demak tanggal 17 Agustus 1972 tentang Lambang Daerah Kabupaten Demak yang mengartikan makna motif-motif di dalam lambang dan pengapitnya sebagai berikut :

Lukisan bintang persegilima warna kuning emas

melambangkan hasrat masyarakat Demak untuk mengamalkan Pancasila dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

Dasar biru dan kuning

menunjukkan geografis daerah Kabupaten Demak adalah daerah pantai dan rawa, yang mana setiap tahun waktu musim penghujan terlalu banyak air dan musim kemarau sangat kekurangan air;

Masjid

menunjukkan arti kebesaran Masjid Agung Demak sebagai hasil kebudayaan khas Demak; Ruang masjid berjumlah 9 (sembilan) melambangkan tempat musyawarah Walisongo dan beringin melambangkan keadilan dan kebenaran serta penyayang;

Tombak berdiri tegak lurus melintas ke atas di tengah ruang masjid

yang mengandung arti kepahlawanan revolusi 1945 melawan penjajahan;

Empat garis bergelombang laut berwarna biru

menunjukkan bahwa Demak memiliki potensi hasil laut; Perahu layar mengandung arti kepahlawanan armada pimpinan Adi Pati Unus;

Padi dan kapas

menunjukkan arti potensi bahan baku sandang dan pangan; Jumlah butir padi 17, kapas 8, gelombang laut 4 di setiap 5 garis putih, hal tersebut menunjukkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945

... Logo Kabupaten Brebes ...

... Logo Kabupaten Brebes ...
 Ibukota Berebes, Bumiayu
logo Vector Kabupaten Berebes (Download.cdr )

Arti Logo Kabupaten Berebas

A. Makna Bentuk dan Motif dalam Lambang 

1. Daun lambang daerah yang berbentuk Dasar Segi Lima
Melambangkan Dasar Falsafah Negara yaitu Pancasila, sedangkan Warna Biru menunjukan adanya Daerah Pantai dan Pegunungan. Puncak Segi Lima menunjukan puncak gunung sedangkan lengkung-lengkungnya menunjukan gelombang lautan.

2. Makna dan motif – motif didalam lambang
a. Bintang
Bintang bersudut lima berwarna kuning emas melambangkan bahwa masyarakat Brebes adalah makluk yang berKetuhanan Yang Maha Esa.

b. Kapas dan Padi
Melambangkan Sandang Pangan

c. Bentuk Bulat Telur serta Gambar Bawang Merah
Melambangkan bahwa Telur Asin serta gambar Bawang Merah merupakan hasil spesifik daerah.

d. Lima Akar
Melambangkan bahwa rakyat dan Pemerintahan Daerah adalahPelaksana Demokrasi Pancasila.
e. Perpaduan antara Tujuh Belas Butir Padi, Delapan Buah Kapas Empat Puluh Lima Mata Rantai
Melambangkan titi mangsa Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945.

f. Perpaduan Tiga Umbi Bawang Merah dan Lima Akar yang berwarna hitam, puncak bawang yang merupakan nyala api yang tak kunjung padam berjumlah lima.
Melambangkan kehidupan Demokrasi (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif) yang harus dilaksanakan secara dinamis dalam bentuk Demokrasi Pancasila.

g. Sebuah Pita Putih bergaris tepi Hitam yang menyambungkanpadi dan kapas ditengahnya bertuliskan : Mangesti Wicara Ebahing Praja dengan warna hitam
yang menunjukan bahwa Rakyat Brebes bertekad untuk membangun daerahnya guna mewujudkan kesejahteraan bersama dalam rangka membagun Bangsa dan Negara Kesatuan republik Indonesia yangberdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

B. Makna Warna

a. Putih : Kejujuran/kesucian
b. Kuning Emas : Kesatuan/keagungan/kemuliaan/kebijaksanaan
c. Merah : Keberanian
d. Hijau : Kemakmuran/kerukunan
e. Hitam : Keteguhan/keabadian
f. Biru : Kedamaian/kesetiaan

C. Sesanti

Sesanti Daerah adalah MangesthiWicara Ebahing Praja
(1) Arti Sesanti Daerah kata demi kata adalah :
a. Mangesthi : Menuju, menginginkan, menghendaki, mengusahakan, bertekad.

b. Wicara : Bicara, cerita,riwayat, pembicaraan, rembug, musyawarah, mufakat, kebulatantekad.

c. Ebah(ing) :
Gerak, kegiatan, bekerja, membangun

d. Praja :
Pemerintahan, Negara, kegiatan – kegiatan kenegaraan
.
(2) Arti keseluruhan sesanti daerah adalah
bahwa rakyat bersama Pemerintah Daerah Brebes bertekad (Mangesthi) untuk membangun daerahnya guna mewujudkan kesejahteraanbersama dalam rangka membangun (Ebahing) Negara (Praja) dan Bangsa.

(3) Arti Surya Sengkala Mangesthi Wicara Ebahing Praja
- Mangesthi berwatak : 8
- Wicara berwatak: 7
- Ebah (ing) berwatak: 6
- Praja berwatak :1

Dengan demikian Magesthi WicaraEbahing Praja mengandung makna tahun matahari/masehi:1678 tahun ini adalah berdirinyaPemerintahan Brebes dengan titimangsa 18 Januari 1678 yang ditandai dengan dilantiknya Bupati Brebes yang pertama, yaitu Raden Arya Suralaya.

... Logo Kabupaten Boyolali ...

... Logo Kabupaten Boyolali ...
 Ibukota Boyolali
logo Vector Kabupaten Boyolali  (Download.cdr )
 
 
Arti Logo Kabupaten Boyolali

Lambang Daerah Kabupaten Boyolali ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1968. tanggal 17 Juni 1968.

Warna:
Lambang Daerah Kabupaten Boyolali memakai lima warna yakni: 

hijau, putih, kuning, hitam dan merah. Paduan warna-warna itu berarti: Bahwa kemakmuran, keadilan, kewibawaan yang diridloi Tuhan Yang Maha Esa adalah selalu diperjuangkan oleh rakyat Boyolali dengan penuh keberanian, kesucian dan cinta kasih, menuju kebahagiaan yang abadi.

GAMBAR:
Perisai berbentuk bulat telur tegak
dalam kebudayaan asli Indonesia melambangkan jiwa kesatria atau pahlawan untuk mempertahankan diri dalam perjuangan dan memberi perlindungan.

Mata rantai yang berkait-kaitan satu sama lain
merupakan lingkaran yang tidak terputus, melambangkan silsilah keturunan manusia yang turun-temurun. Sedang jumlah mata rantai 45 melambangkan persatuan yang berlandaskan jiwa dan semangat UUD Tahun 1945.

Bintang bersudut lima berwarna kuning emas
disebut Nur Illahi melambangkan kepercayaan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Pada bidang atas dilukiskan Maha Mer berujud gunung kembar

Meru-Api (Merapi) dan Meru-Babu (Merbabu)
adalah menunjukkan letak geografis Daerah Kabupaten Boyolali dan melambangkan keagungan serta kebesaran jiwa warga daerahnya.

Daun tembakau dari jenis yang terkenal, setongkol jagung dan kepala lembu perah,
merupakan hasil utama pertanian dan peternakan di daerah Kabupaten Boyolali, serta mewujudkan surya sangkala terbentuknya Kabupaten Boyolali tahun 1847 yang berbunyi “Kaswareng weh madya tunggal”.
   
Bambu runcing berdiri tegak dengan pangkasan ke depan dan beruas lima,
melambangkan senjata utama dan sifat keberanian rakyat dalam kebenaran dengan secara terbuka serta tulus ikhlas berdasarkan Pancasila.Pengapit perisai menggambarkan dua hajat hidup manusia yang disebut dalam himne ialah sandang dan pangan yang dilukiskan dalam bentuk 17 buah kapas, 8 helai daun kapas, 19 butir padi 4batang jerami dan 5 helai daun padi yang keseluruhannya menyatakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sasanti Kata ditulis dengan huruf latin berwarna merah

diatas pita putih dalam bahasa Jawa yang bernunyi “BOYA-LALI”
Boya berarti tidak, lali berarti lupa.

Sesanti kata Boyolali
mengandung maksud bahwa para pelaku pemerintahan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selalu waspada, demikian juga rakyat selalu patuh, taat dan penuh kewaspadaan dalam melaksanakan kewajibannya. Sedangkan Boyolali adalah nama daerah kabupaten Boyolali.

Lambang dilukiskan di atas daun Lambang yang berbentuk perisai bersudut lima berwarna coklat muda kekuning-kuningan berpelisir merah-putih dengan arti: 

- Daun Lambang bersudut lima berbentuk paku
  adalah stylering dari lingga yang melambangkan kekuasaan yang teguh dan kehidupan manusia. 

- Warna coklat muda adalah warna batugilang (batu bercahaya)
 ialah batu tempat duduk penguasa Negara pada waktu memberi keadilan dan mengatur kemakmuran bagi rakyat.

- Pelisir merah dan putih
melambangkan keberanian dan kesucian.