Home

Tampilkan postingan dengan label Logo Vector Kabupaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Logo Vector Kabupaten. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2021

... Logo Kabupaten Sidoarjo ...

 

... Logo Kabupaten Sidoarjo ...

Ibukota Sidoarjo

  logo Vector Kabupaten Sidoarjo (Download.cdr )


Arti Logo Kabupaten Sidoarjo

Lambang Daerah Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 5 bagian :

1 Sebuah segilima beraturan yang sisi-sisinya berbentuk kurung kurawal

Falsafah Pancasila yang juga mengandung arti bahwa rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo telah mentrapkan ajaran Pancasila dengan tertib dan pasti,

2 Sebuah bintang bersudut lima

KeTuahanan Yang Maha Esa yang menggambarkan kehidupan ber-KeTuhanan / beragama dari rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo

3 Setangkai padi, depalan belas butir dan sebatang tebu lima ruas dengan bentuk bulat

Hasil bumi yang paling penting dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan bentuk yang membulat dari padi dan tebu tersebut menggambarkan kebulatan tekad untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur. 18 (delapan belas) butir padi menunjukkan banyaknya Kecamatan dalam daerah Kabupaten Sidoarjo.

4 Ikan bandeng dan ikan udang membentuk hurus " S "

Hasil tambak dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. Bentuk hurus " S " dari ikan bandeng dan ikan udang tersebut menunjukkan huruf pertama dari Sidoarjo

 

MAKNA WARNA-WARNA YANG DI PAKAI DALAM LAMBANG KABUPATEN SIDOARJO

1 Warna Biru Laut pada lambang berarti air 

menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Sidoarjo yang terkenal dengan nama : "DELTA BRANTAS" dikelilingi air yaitu sungai dan laut. Warna biru laut yang terlepas dalam lingkaran padi dan tebu berarti air yang menggambarkan bahwa daerah Kabupaten Sidoarjo adalah daerah tambak yang banyak menghasilkan ikan bandeng dan ikan udang.

2 Warna dasar Hijau 

menggambarkan kesuburan daerah Kabupaten Sidoarjo (Delta Brantas)

3 Warna Kuning pada bintang, padi, tebu dan pita 

menggambarkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sidoarjo

4 Warna Hitam pada tebu, ikan bandeng, ikan udang dan tulisa Kabupaten Sidoarjo 

menggambarkan keteguhan Iman rakyat daerah Kabupaten Sidoarjo.

5 Warna Abu-abu ikan bandeng dan ikan udang 

adalah warna pelengkap.

 

SLOGAN / MOTTO

SIDOARJO PERMAI BERSIH HATINYA

(Pertanian Maju, Andalan Industri, Bersih, Rapi, Serasi, Hijau, Sehat, Indah dan Nyaman)

Artinya Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah pertanian yang subur sebagai lumbung pangan, mempertahankan pertanian yang maju agar bisa swasembada pangan dengan cara identifikasi pertanian dan menggunakan mekanisasi teknologi tepat guna, di samping itu mendorong perkembangan industri yang semakin meningkat, maka kedua hal ini harus berkembang secara serasi. Selain itu masyarakat Kabupaten Sidoarjo berbudaya hidup dengan lingkungan yang bersih, rapi, serasi, hijau, sehat, indah dan nyaman.

 


Sabtu, 21 Oktober 2017

... logo Kabupaten Tulungagung...

... logo Kabupaten Tulungagung...

  logo Vector Kabupaten Tulungagung  (Download.cdr )

 

Arti Logo Kabupaten Tulungagung


Lambang daerah Kabupaten Tulungagung terlukis dalam sebuah dasar perisai berbentuk jantung bersudut 5 (lima) dan terbagi atas 6 (enam) warna yaitu:

a.Putih        : Kesucian
b.Kuning      : Kemasyuran
c.Coklat       : Kokoh
d.Hijau     : Kemakmuran
e.Hitam     : Abadi
f.Biru Muda  : Kesetiaan

Adapun makna lambang daerah Kabupaten Tulungagung terdiri dari 10 (sepuluh) bagian sebagai berikut:

1.Bentuk
Perisai berbentuk jantung bersudut 5 (lima) mengandung arti bahwa dalam segala perjuangan dan pembelaan daerah senantiasa berpijak pada prinsip lima dasar yaitu PANCASILA.
 

2.Tulungagung
  a.Sumber air yang besar
     (Tulung = sumber air, Agung = besar)
  b.Pertolongan yang besar
     (Tulung = pertolongan, Agung = besar)

3.Dasar
  a.Perisai berlancip 5
     Bermakna dasar/falsafah Negara Republik Indonesia "Pancasila".
  b.Warna hitam dan kuning
     Hitam melambangkan abadi dan kuning yang melambangkan kemasyuran, keduanya mencerminkan tekad didalam mengamalkan dasar falsafah Negara dengan disertai jiwa yang terkandung di dalam Pancasila secara murni dan konsekuen, demi tercapainya masyarakat tata tentrem kerto raharjo.

Rabu, 31 Mei 2017

... logo Kabupaten Nganjuk ...

... logo Kabupaten Nganjuk ...
  logo Vector Kabupaten Nganjuk  (Download.cdr )

 

Arti Logo Kabupaten Nganjuk



Lambang Daerah terdiri atas 4 bagian, yaitu :
a. Dasar Lambang
b. Bagian atas, berisi gambar bintang bersudut 5
c. Bagian tengah dan samping berisi gambar-gambar sebagai berikut :

* Pita bertuliskan BASWARA YUDHIA KARANA
* Rantai berbentuk lingkaran
* Gunung dan air terjun
* Sawah dan sungai
* Padi dan kapas
* Pohon beringin dalam segilima beraturan
* Sayap

d. Bagian bawah berisi :
Pita bertuliskan angka JAWA
Pita bertuliskan NGANJUK

Secara garis besar, makna lambang NGANJUK tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Perisai bersudut lima berdasar biru dan bertepi putih melambangkan jiwa kerakyatan, kesetiaan dan kesucian masyarakat Nganjukyang selalu siaga dalam menghadapi segala tantangan. Bintang bersudut lima berwarna emas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, cita-cita luhur dan suci sebagai pedoman perjuangan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur.
BASWARA YUDHIA KARANA artinya cemerlang karena perjuangan.

Rantai berbentuk lingkaran melambangkan kebulatan tekad rakyat Nganjuk, yang dilandasi semangat perjuangan dan persatuan. Tiga puncak gunung berwarna hitam memiliki arti filosofis Tri Dharma Amerta dan secara historis menunjukkan Jaman Kejayaan Nasional, Jaman Penjajahan dan Jaman Kemerdekaan. Gunung, malambangkan sumber kekayaan alam air terjun sedudo adalah air suci pemberian Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan rahmat untuk dinikmati oleh umat-Nya. Sawah mengandung makna kemakmuran, dan sungai juga bermakna kemakmuran dan kesuburan. Gunung berpuncak tiga, sawah dan sungai digambarkan dalam rantai yang berbentuk lingkaran, itu mempunyai makna : Dengan tekad yang bulat dan kekayaan alam yang melimpah memberikan keyakinan kepada masyarakat Nganjuk untuk berjuang mewujudkan tercapainya masyarakat adil dan makmur.

Padi dan kapas melambangkan pangan dan sandang yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari. Jumlah padi 17 butir, kapas 8 buah, daun padi 4 helai, daun kapas 5 helai mencerminkan semangat dan jiwa proklamasi 17-8-45. Pohon beringin berdaun lima kelompok dalam segi lima beraturan bermakna : pengayoman, perlindungan dan perdamaian, serta juga menggambarkan adanya lima wilayah kerja pembantu bupati. Sayap dengan 20 helai bulu berwarna emas melambangkan wilayah daerah terdiri dari 20 kecamatan. Pita bertuliska angka Jawa yang mengikat dua pangkal sayap mewujudkan angka 937 M, yang merupakan ditetapkannya tahun hari jadi Nganjuk.

Secara keseluruhan, lambang daerah ini mengandung makna sebagai berikut :
Dengan semangat dan jiwa proklamasi 17-8-45 rakyat Nganjuk yang telah tumbuh dan berkembang sejak tahun 937 M, bersama Pemerintah Daerah yang berwibawa bertekad bulat untuk berjuang terus dengan segala potensi daerahnya, sehingga tercapai cita-cita luhur, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

... logo Kabupaten Kediri ...

... logo Kabupaten Kediri ...
  logo Vector Kabupaten Kediri  (Download.cdr )

 

Arti Logo Kabupaten Kediri




I. ISI GAMBAR    

    1. Bintang Sudut Lima
    2. Ganesya Kediri
    3. Gunung Kelud Berapi
    4. Sungai Berantas
    5. Sawah dan Ladang
    6. Padi Sauli dan Bunga Kapas
    7. Langit
    8. Tulisan " Canda Birawa " di atas Pita

II. MAKNA MASING-MASING GAMBAR:
 1. Bintang sudut lima berwarna kuning adalah lambang  Pancasila ideologi Negara dan Bangsa Indonesia

 2. Ganesya Kediri berwarna abu-abu berdiri bertangan 4 (empat) memegang bejana (mangkuk) beratribut kapak dan Tasbih, adalah lambang pengetahuan dan kebijaksanaan. Gambar Ganesha ini menjadi tanda pengenal spesifik  daerah Kediri (lihat Ensiklopedia Indonesia FM penerbit W. Van Hoeve, Bandung, halaman 74 dan 525

3. Gunung Kelud berapi dan kawahnya berwarna hitam dan merah merupakan lambang jiwa dinamis revolusioner yang  kuat, sentosa dan tak kunjung padam

 4. Sungai Brantas berwarna biru melambangkan kesuburan daerah

 5. Ladang dan sawah berwarna hijau dan kuning adalah lambang kemakmuran daerah

 6. Padi sauli (setangkai) berwarna kuning berbutir 17, bunga kapas berwarna putih berjumlah 8 dengan tangkai  berkelopak 4 dan berbunga 5 helai melambangkan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan sandang pangan.

 7. Langit berwarna biru muda adalah lambang ketentraman dan damai

 8. Tulisan "Canda Bhirawa" di atas pita putih adalah nama lambang Kabupaten Kediri, bermakna suatu ikatan persatuan  yang suci san tulus ikhlas sari segenap lapisan masyarakat hingga merupakan kekuatan yang berlipat ganda   bersemangat patah tumbuh hilang berganti

Sabtu, 11 Februari 2017

... logo Kabupaten Situbondo ...

... logo Kabupaten Situbondo...
  logo Vector Kabupaten Situbondo  (Download.cdr )



Arti Logo Kabupaten Situbondo

1. Bentuk Lambang Perisai berarti melambangkan pertahanan daerah dan segala marabahaya yang datang dan manapunjuga;

2. Bintang berarti syi'ar Ketuhanan YME yang melambangkan keagungan Tuhan pencipta alam semesta sebagai dasar moral umat beragama masyarakat Situbondo;

3. Gunung dan Langit Putih Menjulang Tinggi berarti melambangkan cita-cita masyarakat Situbondo dengan keteguhan iman dan kesucian hati;

4. Sawah dan Daerah Warna Kuning Emas berarti melambangkan kemakmuran daerah agraris di daerah Situbondo;

5. Laut Biru dan Perahu Layar berarti melambangkan kekayaan laut , daerah pantai, pelabuhan dan paniwisata di daerah Situbondo;

6. Batu Merah bersusun 5 berarti melambangkan kekokohan Dasar Negara Pancasila sebagai dasar moral masyarakat Situbondo dalam menuju keadilan dan kemakrnuran

7. Butir Padi 17 buah, Kapas 8 buah, Rantai 4 buah, Roda Bergigi 5 buah berarti melambangkan semangat Prokiamasi 17 Agustus 1945 untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di daerah Situbondo;

8. Pita Putih bertuliskan Kabupaten Situbondo berarti menunjukkan bahwa lambang dalam gambar adalah Daerah Kabupaten Situbondo

Rabu, 23 Maret 2016

... logo Kabupaten Tuban ...

... logo Kabupaten Tuban ...
  logo Vector KabupatenTuban  (Download.cdr )

 

Arti Logo Kabupaten Tuban


Lambang kabupaten Tuban terbagi atas 8 bagian yaitu :
1. Bentuk Perisai Putih yang bersudut lima
Dengan jiwa yang suci murni dan hati yang tulus iklas masyarakat Tuban menjunjung tinggi Pancasila. Sekaligus merupakan perisai masyarakat dalam menghalau segenap rintangan dan halangan untuk menuju masyarakat adil dan makmur yang diridloi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kuda Hitam dan Tapal Kuda Kuning
Kuda hitam adalah kesayangan Ronggolawe, pahlawan yang diagungkan oleh masyarakat Tuban karena keikhlasannya mengabdi kepada negara, watak kesatriannya yang luhur dan memiliki keberanian yang luar biasa. Tapal kuda Ronggolawe berwarna kuning emas melingkari warna dasar merah dan hitam melambangkan kepahlawanan yang cermelang dari Ronggolawe.

3. Gapura Putih
Melambangkan pintu gerbang masuknya Agama Islam yang dibawakan oleh “Wali Songo” antara lain Makdum Ibrahim yang dikenal dengan nama Sunan Bonang, dengan itikat yang suci murni dan hati yang tulus ikhlas, masyarakat Tuban melanjutkan perjuangan yang pernah dirintis oleh para “Wali Songo”.

4. Bintang Kuning bersudut lima
Rasa Tauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memancar didada tiap-tiap insan rakyat Tuban memberikan kesegaran dan ketangguhan iman, dalam berjuang mencapai cita-cita yang luhur.

5. Batu hitam berbentuk umpak dan pancaran air berwarna biru muda
Menunjukan dongeng kuno tentang asal kata Tuban. Batu hitam berbentuk umpak ialah Batu-Tiban dari kata ini terjadilah kata Tuban. Pancaran air atau sumber air ialah Tu-Banyu (mata ir) menjadi kata Tuban.

6. Pegunungan berwarna hijau, daun jati dan kacang tanah
Tuban penuh dengan pegunungan yang berhutan jati dan tanah-tanah pertanian yang subur dengan tanaman kacang tanah. Pegunungan berwarna hijau mengandung arti masyarakat Kabupaten Tuban mempunyai harapan besar akan terwujudnya masyarakat yang adil makmur yang diridloi Tuhan Yang Maha Esa.

7. Perahu emas, Laut biru dengan gelombang putih sebanyak tiga buah.
Sebelah utara Kabupaten Tuban adalah lautan yang kaya raya, yang merupakan potensi ekonomi Penduduk pesisir Kabupaten Tuban. Penduduk Pesisir utara adalah nelayan-nelayan yang gagah berani. Dalam kedamaian dan kerukunan masyarakat Daerah Kabupaten Tubanuntuk membangun daerahnya menghadapi tiga sasaran yaitu:
a. Pembangunan dan peningkatan perbaikan mental dan kerohanian.
b. Pembangunan ekonomi.
c. Pembangunan Prasarana yang meliputi jalan-jalan, air dsb.

8. Keterangan angka
a. Lekuk gelombang laut sebanyak 17 melambangkan tanggal 17.
b. Lubang tapal kuda berjumlah 8 melambangkan bulan Agustus.
c. Daun dan biji jati melambangkan angka 45.
dengan demikian masyarakat Kabupaten Tuban menjnjung tinggi hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia. Semangat Proklamasi menjiwai perjuangan dan cita-cita masyarakat Kabupaten Tuban.

Rabu, 20 Januari 2016

... logo Kabupaten Sampang ...

... logo Kabupaten Sampang ...
Ibukota Sampang
 
  logo Vector Kabupaten Sampang  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Sampang


BINTANG
Pancasila Khususnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

TOMBAK
Jiwa perjuangan untuk mengusir penjajahan

MENARA DAN MASJID
Kekuatan dalam melaksanakan ajaran agama

PADI DAN KAPAS
Kesungguhan dalam mewujudkan atas kesatuan, keadilan dan kemakmuran

SAWAH
Petani yang ulet demi keselamatan generasi selanjutnya

PERAHU
Kebaharian yang bertanggungjawab keamanan demi Ketahanan Nasional

TRUNOJOYO
Jiwa kepahlawanan yang mengutamakan kepentingan umum


Selasa, 19 Januari 2016

... Logo Kabupaten Trenggalek ...

... Logo Kabupaten Trenggalek ...
Ibukota Trenggalek

 

  logo Vector Kabupaten Trenggalek  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Trenggalek


Sudut Lima Perisai
Mengingatkan kita pada kelima unsur-unsur yang tercantum pada Pancasila, maksudnya rakyat Trenggalek menerima Pancasila sebagai Dasar Negara.
Warna Dasar Hijau berarti ketentraman, maksudnya rakyat Trenggalek seperti yang dilambangkan ialah berada dalam ketentraman.


Selendang Warna Dasar Merah, berhuruf Putih

Mengingatkan kita kepada Sang Dwiwarna ialah keberanian yang berdasarkan kepada kesucian untuk mencapai apa yang termaksud dalam semboyan lambang Jwalita Praja Karana (ialah cemerlang karena rakyat)


Padi dan Kapas
Yang berarti lambang kemakmuran sandang dan pangan maksudnya rakyat Trenggalek bercita-cita untuk tidak kurang sandang pangan.


Lingkaran Artinya Kebulatan
Warna merah artinya berani, Rantai artinya persatuan, Warna Putih artinya Suci, Rantai dan Lingkaran maksudnya rakyat Trenggalek cinta kepada persatuan yang bulat/utuh.
Warna Merah dan Putih menunjukkan sifat rakyat Trenggalek yang berani karena benar.


Padi 17 Butir, Kapas 8 Buah Rantai 45 Buah
Mengingatkan kepada hari lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.


Kantil Tegak Artinya Bangunan
Warna Hitam artinya kokoh/kuat, Warna Putih artinya cinta, Tonjolan tiga adalah trilogi artinya rakyat Trenggalek tetap berpegang teguh kepada :
1. Pancasila
2. Undang-Undang Dasar 1945
3. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat


Bintang
Ialah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, maksudnya rakyat Trenggalek mempunyai kepercayaan kuat kepada Agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, berwarna kuning emas, berati Kebesaran/Keagungan Tuhan.



Minggu, 06 September 2015

... Logo Kabupaten Probolinggo ...

... Logo Kabupaten Probolinggo ...
Ibukota Sumenep
 
  logo Vector Kabupaten Probolinggo  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Probolinggo


Sebuah Bintang,
bersudut lima, berwarna kuning dengan lima berkas sinarnya berwarna putih

Diatas Bintang, 
lukisan Angin berwarna merah putih
Dibawah Bintang,
lukisan Gunung berwarna biru tua
Dibawah Gunung,
lukisan Sungai berwarna putih
Dibawah Sungai,
lukisan Dataran tanah berwarna hijau
Dibawah Dataran tanah,
lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih
Pada sebelah kiri lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih,
aslinya hijau dan sebelah kiri bawah Buah Anggur sebanyak 17 (tujuh belas) buah dengan warna aslinya hijau muda
    
Pada sebelah kanan,
lukisan Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dan sebelah kanan bawah 8 (delapan) Buah Mangga dengan warna aslinya hijau
Dibawah Buah Anggur dan Mangga
lukisan Pita putih berisi tulisan semboyan : “Prasadja Ngesti Wibawa”


Warna Merah berarti : Keberanian. Makna Lambang
Bintang 
merupakan pertanda Ketuhanan Yang Maha Esa dan Lima berkas sinar Bintang dimaksudkan sebagai pertanda Dasar Falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila sebagai perwujudan kejiwaan Bangsa Indonesia yang kita amankan dan amalkan.
Angin  
merupakan ciri khas bagi Daerah Kabupaten Probolinggo yang terkenal dengan sebutan “Angin Gending”. Angin yang arusnya sangat deras yang datang setiap musim kemarau dari arah Tenggara.
Gunung sebagai pertanda Gunung Bromo. 
Sebuah gunung di Daerah Kabupaten Probolinggo terletak di Pegunungan Tengger dalam sebuah kalender yang luas dengan garis tengahnya kurang lebih 11 (sebelas) kilometer.
  
Sungai 
sebagai pertanda “Sungai Banger”. Sebuah sungai yang semula memberi nama daerah Kabupaten ini pada zaman Bupati Probolinggo yang pertama Kiyai Tumenggung Djojolelono (tahun : 1746-1768).
Dataran tanah
merupakan pertanda keadaan tanah Daerah Kabupaten Probolinggo yang cukup subur.
Gelombang Air Laut
yang mewujudkan letak Daerah Kabupaten Probolinggo ditepi pantai (Selat Madura).
Daun Anggur sebanyak 4 (emapat0 helai dengan buah Anggur 17 (tujuh belas) buah
menunjukkan hasil buah-buahan khas Daerah Probolinggo (terkenal sejak tahun 1913). 
Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dengan buah Mangga 8 9delapan) buah 
menunjukkan buah-buahan yang terkenal di seluruh Indonesia dan sekitarnya dan merupakan hasil buah-buahan khas daerah Probolinggo. 
Rangkaian buah Anggur (17), Buah Mangga (8), Daun Anggur (4), dan Daun Mangga (5), merupakan pertanda : Tanggal, bulan dan tahun “Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia”
Pita Putih berisi semboyan : ;Prasadja Ngesti Wibawa”.
Makna semboyan : “Prasadja” berarti : bersahaja, blaka, jujur, bares, dengan terus terang, “Ngesti” berarti : menginginkan, menciptakan, mempunyai tujuan, “Wibawa” berarti : mukti, luhur, muia. “Prasadja Ngesti Wibawa” berarti : Dengan rasa tulus ikhlas (bersahaja, jujur, bares) menuju kemuliaan.

Makna Warna-warna Yang Digunaka:
Warna Kuning berarti : Keagungan, Keluhuran, Kemuliaan. 
Warna Biru berarti : Kesetiaan.
Warna Hijau berarti : Kesuburan, Kemakmuran.

Jumat, 10 Juli 2015

... Logo Kabupaten Sumenep ...

... Logo Kabupaten Sumenep ...
Ibukota Sumenep
 
  logo Vector Kabupaten Sumenep  (Download.cdr )
 
 
 

Arti Logo Kabupaten Sumenep


SK DPRD-GR Tanggal 25 Mei 1965
NO.:3/II/20DPRD-DR/65/2820

Ukuran Lambang
82.5 x 105 cm (11 14)


Bentuk Lambang
Berbentuk "PERISAI" dengan mempunyai 5 (lima) sudut. Makna Perisai melambangakan senantiasa kesiapsediaan dan keberanian masyarakat dan daerah tingkat II Sumenep untuk mempertahankan diri dari setiap gangguan kedzoliman serta mempertahankan keunggulan dan kemakmuran daerah.
Makna dan Kemakmuran daerah

Makna dari 5 (lima) sudut perisai melambangkan

 dasar yang akan ditaati dan akan dipertahankan oleh masyarakat daerah tingkat II Sumenep, ialah falsafah dasar Negara Kita Pancasila. Karena itu maka sudut 5 (lima) yang melingkari dan merupakan bentuk dari perisai tersebut.

Versiering isi perisai :
Terdapat gambar KUDA BERSAYAP yang berwarna kuning emas, diambil dari lambang kepahlawanan terkenal di daerah tingkat II Sumenep yang ada hubungannya dengan cerita kuno yaitu kuda Skati dari Pahlawan Putra Sumenep DJOKO TOLE (Aria Panole) dengan lukisan kuda itu melambangkan jiwa keberanian dan patriotisme mesyarakat daerah Tingkat II Sumenep, dan sayap dari kuda itu melambangkan jiwa penuh dinamika. Sedang warna kuning melambangkan dasar mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa yang menyoroti setiap gerak dan usaha Daerah Tingkat II Sumenep. Selaras pula dengan dasar pertama dari Pancasila. Selain gambar lukisan kuda bersayap berwarna kuning emas tersebut, ditetapkan pula adanya PITA yang berisikan tulisan SUMEKAR (Nama Sumenep diwaktu jaman nenek moyang kita).

Makna dari kata Sumekar 

senantiasa berkembang (mekar) yang sesuai sekali dengan perkembangan revolusi nasional kita yang terus berkembang "in the rising deman" mencapai terwujudnya cita-cita Pancasila amanat penderitaan rakyat yang terkenal dengan SOSIALISME INDONESIA.

Sikap dan bentuk Kuda :
Ditetapkan dalam keadaan beraksi menentang, kepalanya sedikit tunduk menoleh ke kiri (gigih, bahasa Madura "nyoronteng"). Sayap kuda berdiri tegak sesuai dengan keadaan kuda yang siap sedia mengemban amanat Penderitaan Rakyat Daerah Tingkat II Sumenep. Bulu ekor kuda keriting 8, mengingatkan kita pada tahun 1945 dan keritingan dari bulu-bulu itu kita harus bersatu.

Pita di dalam :
Pita dalam perisai ditetapkan berwarna dasar putih dan tulisan dengan warna dasar berwarna merah, melambangkan SANG MERAH PUTIH bendera kita Negara Republik Indonesia.

Dasar Hijau dari :
Warna hijau ialah berarti yang akan datang (harapan) terhadap cita-cita yang diperjuangkan.


Warna Hitam :
Sebagai batas tertentu yang melingkari perisai dengan arti dari lingkaran termaksud menyatukan cita-cita.

Selasa, 28 April 2015

... Logo Kabupaten Ponorogo ...

... Logo Kabupaten Ponorogo ...
  logo Vector Kabupaten Ponorogo  (Download.cdr )
 
 
 

Arti Logo Kabupaten Ponorogo


Lambang daerah Kabupaten Ponorogo terdiri atas sebelas bagian :
1.    Bintang bersudut lima lambang Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Sinar Cahaya
3.    Gapuro Bentar / candi Bentar
4.    Penampang frontal reyog dengan lima jalur diatas empat trap
5.    Gunung terdiri dari dua puncak
6.    Gelombang samudra lepas
7.    Pita dan garis cakrawala
8.    Padi berbiji tujuh belas dan kapas berbuah delapan di alam terbuka
9.    Tulisan Ponorogo
10.  Bentuk perisai / tameng
11.  Warna lukisan
 

Bintang emas bersudut lima 
melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung maksud, bahwa rakyat dan masyarakat Ponorogo sejak dulu kala merupakan suatu kelompok masyarakat yang berkeyakinan kuat akan ber Tuhan dan bersendikan religius, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan bermaksud pula sumber sila-sila yang menjadi falsafah Negara RI serta sebagai sendi pengayoman, ekonomi, politik, seni dan budaya.

Sinar cayaha
Melambangkan nur/cahaya kebenaran Tuhan Yang Maha Esa yang melimpah dan memancar, memberi petunjuk kearah langkah perjuangan pemerintah daerah Ponorogo, menuju kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat yang berpancasila serta bertaqwa (sepi ing pamrih rame ing gawe)

Gapuro Bentar / Candi Bentar
Melambangkan kejayaan Pemerintah Ponorogo dibawah pimpinan Batoro Kathong yang berhasil mencetak masyarakat yang bermental tinggi, jujur, rela berkorban dan sederhana (Co-bloko), pemerintah yang unik histories penuh dengan pahlawan pembela yang kuat. 

Penampang Reyog dengan lima jalur di atas empat trap 
Melambangkan kesenian asli dan sejarah besar reyog yang ditimbulkan oleh kerajaan – kerajaan lama Ponorogo (KLONO SEWANDONO) yang mengandung kepahlawan (heroik). Dengan kesenian khas reyog, Ponorogo menjadi daerah dikenal antara lain oleh turis seluruh pelosok penjuru tanah air. 

Jalur lima dan trap empat, 
mengesankan angka 45 dari tahun 1945 yang bersejarah, yakni tahun kejayaan dan lahirnya proklamasi Kemerdekaan RI

Gunung terdiri dari dua puncak
Bahwa daerah Ponorogo terletak diantara dua gunung yang besar, ialah gunung Lawu dan gunung Wilis, yang kedua-dua nya mempunyai hubungan histories yang erat dan pekat dengan sejarah terjadinya kota Ponorogo beserta kebudayaanya.

Berlambang samudra lepas
Melambangkan pada pemerintahan yang sedang berlangsung sepanjang masa, ibarat di hempas sepanjang jaman sebagai air bah nan tak kunjung surut (habis-habisnya) mengarungi samudra kehidupan untuk umat manusia dan yang terbentang luas dihadapan pemerintah yang mengemban amanat rakyat untuk menuju kebahagiaan hidup dibawah ridho maupun pertolongan Tuhan Yang Maha Esa

Pita dan garis cakrawala
Merupakan simbol daripada tugas yang harus diselesaikan, harus tak terputus yakni semua tanggungjawab harus diselesaikan dan disempurnakan dengan sebaik-baiknya menuju kearah cita-cita masyarakat adil, makmur materiil dan spiritual di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

Padi berbiji 17 dan kapas berbuah 8 di alam terbuka :
Angka tujuh belas dan angka delapan mengesankan hari, tanggal dan bulan bersejarah dan keramat, yakni proklamasi 17 Agustus (hari Proklamasi Negara kita).

Melambangkan kemakmuran, kesuburan alam dan kejayaan yang terdapat dalam hasil bumi daerah Kabupaten Ponorogo yang juga sebagai sumber kehidupan rakyat dan Pemerintah Daerah yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa

Tulisan Ponorogo
Adalah nama daerah yang memiliki lambang tersebut, yang berarti : 
PONO : adalah melihat, ROGO : sariro (badan).
Adapun arti seluruhnya berarti mawas diri dan berbuat karena benar serta suci tanpa meninggalkan dan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang



Kamis, 19 Februari 2015

... Logo Kabupaten Mojokerto ...

... Logo Kabupaten Mojokerto ...
Ibukota Mojosari
 
  logo Vector Kabupaten Mojokerto  (Download.cdr )
 
 
 

Arti Logo Kabupaten Mojokerto


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 1 Tahun 1972 Tambahan Lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur Tahun 1973 seri C Tanggal 31 Agustus 1973 No. 166/C : 

Pasal 7(1)    Tiga lingkaran inti bulat yang berwarna kuning emas, abu-abu suram dalam perisai berwarna merah putih adalah melukiskan :

a.   Tiga jaman kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia yaitu :

      1.  Kuning emas      : Jaman keemasan Mojopahit

      2.  Abu abu suram  : Jaman penjajahan

      3.  Kuning              : Jaman kemerdekaan 17 Aguastus 1945



b.  Lahiriyah dan bathiniyah :

    
Lingkaran dalam yang mengibaratkan bhatiniyah;

     Lingkaran luar yang mengibaratkan lahiriyah;

     Kedua lingkaran dalam dan luar (kombinasi) yang mengibaratkan

     bhatiniyah dan lahiriyah adalah sama-sama (satu);

(2)   Uruta-urutan 3  zaman termaksud pada sub a. sengaja dimulai dari bagian dalam sehingga zaman kemerdekaan dilukiskan di bagian luar bidang gerak kemajuan yang luas disegala lapangan didasari politik Negara yang bebas aktif.


Pasal 8

(
1)     Pura adalah Pura Wringin Lawang yang berwarna putih merah terdiri dari :
    sususnan pilar pertama 7)
    susunan pilar kedua 5) = jumlah 17
    susunan pilar ketiga 5)


yang menggambarkan kemakmuran dalam gambar berombak sungai 5 yang melukiskan Panca Usaha dalam meningkatkan produksi pertanian.



Pasal 9
Pohon beringin dimaksudkan pada pasal 4 Peraturan daerah ini mengandung makna sebagai berikut :
(1)  Pohon berliku 17 melambangkan perjuangan yang abadi yaitu Pemerintah yang memberikan pengayoman bagi rakyatnya di 17 Kecamatan;

(2)  Pohon bercabang 3 melukiskan  3 landasan perjuangan

      1.  Idiil               : pancasila;

      2.  Strukturil      : UUD 1945;

      3.  Operasional  : Keputusan-keputusan Sidang MPR (S);

           Daun beringin berliku 17 melukiskan angka 17;

           Sulur berjumlah 8 melukiskan angka 8;

           Sulur berjumlah 5 melukiskan Pancasila;

        Jumlah liku pada akar @ 3 = 15 ditambang dengan jumlah a, b, c dan d menjadi 15 yang melukiskan angka 45 sehingga pada pohon beringin itu terdapat angka keramat 17-8-45 yang dijiwai pancasila.


Pasal 10
Kata-kata WIJNA dan MANTRIWIRA adalah semboyan dari Gajah Mada yang berarti :

WIJNA            :      Bijaksana, berpandangan luas dan penuh hikmah dalam kesukaran dan kepentingan;

MANRIWIRA    :      PEMBELA NEGARA YANG SEALU BERANI, TIDAK BERBUAT SALAH KARENA YAKIN BERTINDAK DENGAN PENUH KESUCIAN DEMI KEPENTINGAN Bangsa dan Negara.


Semboyan itu singkatnya berarti pahlawan yang berani, bijaksana dan penuh tanggungjawab.



Pasal 11
(1)     Gambar padi dan kapas melukiskan  cukup sandang dan pangan
(2)     Daun dan buah maja mengingatkan pada sejarah nama Majopahit (buah maja rasanya pahit)
(3)     a.   Daun dan bunga kapas serta daun dan buah maja di sebelah kiri lingkaran luar berjumlah 17;
         b.   Antara gambar padi dan kapas di sebelah bawah terdapat hurup BRA yang berbentuk angka 8
         c.    Daun dan buah maja serta butir-butir padi di sebelah kanan lingkaran berjumlah 45
         d.   Hiasan pura bersusun 4 kiri kanan = s
         e.   umlah pilar kanan/kiri 34)
         f.    Pura bertingkat 6)
         g.   Pura tingkat 5)


(4)     Adalah mengandung 2 (dua) makna :

1.      Melambangkan Daerah Kabupaten Mojokerto dengan 17 Kecamatan yang dahulu menjadi pusat Pemerintahan Kerajaan Mojopahit tempat-tempat sisa peninggalan zaman Mojopahit itu. Dalam 17-8-45 daerah Mojokerto mencatat pula banyak sejarah dan peristiwa kepahlawanan yang menunjukkan jiwa patriot dan kesadaran untuk bernegara dari rakyat.

2.      Melukiskan angka keramat 17-8-45, yang mengandung arti bahwa bathiniyah yang dilukiskan sebagai lingkaran dalam ayat (1) sub b pasal 7 Peraturan daerah ini adalah berjiwa 17-8-45;

(5)     Tangga pada Pura yang berjumlah 5 melukiskan  panca tertib sebagai jalan dan cara serta bagi pelaksanaan stabilitas Politik Ekonomi;

(6)     Sungai adalah sungai Brantas yang melintasi daerah Kabupaten Mojokerto dengan Brantas deltanya.

(7)     Warna buah maja tidak sama menunjukkan suatu proses perkembangan jalannya Pemerintahan yang makin lama makin disempurnakan sesuai dengan kemajuan Bangsa Indonesia.

Pasal 12
(1)     Huruf BRA singkatan dari Brawijaya dapat diartikan Bra berarti agung atau popular dan Wijaya berarti kemenangan gemilang (harum) sedangkan buah maja yang berjumlah semua 9 melukiskan kejayaan;

(2)     Jumlah buah Maja 9 menggambarkan walisongo yang kesemuanya berketuhanan Yang maha Esa, lagi pula angka 9 adalah kesatuan yang paling tinggi melukiskan bahwa Kabupaten Mojokerto bercita-cita tinggi;

(3)     Huruf BRA dilukiskan dengan garis-garis berbentuk lambang yang melukiskan/melambangkabn kesatuan dan persatuan yang kokoh kuat dan kekal abadi.


Pasal 13
Pada lingkaran dalam dan luar terdapat kombinasi sebagai berikut :
1. Daun dan buah maja serta daun dan bunga kapas dalam lingkaran sebelah kiri berjumlah 17;
2. Jumlah sulur pohon beringin dalam lingkaran bagian dalam berjumlah 8;
3. Daun dan buah maja serta padi dalam lingkaran luar sebelah kanan berjumlah 45;
Keseluruhan dari a, b, dan c tersebut menunjukkan angka keramat 17-8-45 terdapat pada lingkaran bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya jiwa terdapat pada bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya ikatan 17-8-45 antara lahiriyah dan bathiniyah (satu kata dan perbuatan)

Pasal 14

Bunga teratai putih berujung lima adalah lambing dari Departemen Dalam Negeri yang menunjukkan kesucian hidup ditengah-tengah masyarakat Pancasila.

Pasal 15
Perisai bersudut lima berwarna putih melambangkan perjuangan membela Pancasila secara gagah berani dan konsekwen, dengan sifat kesatria dan jujur tanpa pamrih serta penuh kesucian lahir/batin.

Pasal 16
Warna-warna yang dipergunakan dalam Lambang daerah berarti sebagai berikut :
Kuning emas berarti = kebebasan/keluhuran
Kuning biasa berarti harapan
Merah berarti keberanian
Putih berarti kesucian
Hijau berarti kemakmuran
Biru berarti ketenangan yang abadi
Hitam berarti kesataun/kokoh
Merah bata berarti semangat tak kinjungan padam
Abu-abu suram = masa suram dan penuh penderitaan


Pasal 17
Dilihat dari keseluruhan Lambang daerah melukiskan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah panjang-punjung, pasir wukir gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, ambeg paramaarta.