Home

Jumat, 10 Juli 2015

... Logo Kabupaten Sumenep ...

... Logo Kabupaten Sumenep ...
Ibukota Sumenep
 
  logo Vector Kabupaten Sumenep  (Download.cdr )
 
 
 

Arti Logo Kabupaten Sumenep


SK DPRD-GR Tanggal 25 Mei 1965
NO.:3/II/20DPRD-DR/65/2820

Ukuran Lambang
82.5 x 105 cm (11 14)


Bentuk Lambang
Berbentuk "PERISAI" dengan mempunyai 5 (lima) sudut. Makna Perisai melambangakan senantiasa kesiapsediaan dan keberanian masyarakat dan daerah tingkat II Sumenep untuk mempertahankan diri dari setiap gangguan kedzoliman serta mempertahankan keunggulan dan kemakmuran daerah.
Makna dan Kemakmuran daerah

Makna dari 5 (lima) sudut perisai melambangkan

 dasar yang akan ditaati dan akan dipertahankan oleh masyarakat daerah tingkat II Sumenep, ialah falsafah dasar Negara Kita Pancasila. Karena itu maka sudut 5 (lima) yang melingkari dan merupakan bentuk dari perisai tersebut.

Versiering isi perisai :
Terdapat gambar KUDA BERSAYAP yang berwarna kuning emas, diambil dari lambang kepahlawanan terkenal di daerah tingkat II Sumenep yang ada hubungannya dengan cerita kuno yaitu kuda Skati dari Pahlawan Putra Sumenep DJOKO TOLE (Aria Panole) dengan lukisan kuda itu melambangkan jiwa keberanian dan patriotisme mesyarakat daerah Tingkat II Sumenep, dan sayap dari kuda itu melambangkan jiwa penuh dinamika. Sedang warna kuning melambangkan dasar mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa yang menyoroti setiap gerak dan usaha Daerah Tingkat II Sumenep. Selaras pula dengan dasar pertama dari Pancasila. Selain gambar lukisan kuda bersayap berwarna kuning emas tersebut, ditetapkan pula adanya PITA yang berisikan tulisan SUMEKAR (Nama Sumenep diwaktu jaman nenek moyang kita).

Makna dari kata Sumekar 

senantiasa berkembang (mekar) yang sesuai sekali dengan perkembangan revolusi nasional kita yang terus berkembang "in the rising deman" mencapai terwujudnya cita-cita Pancasila amanat penderitaan rakyat yang terkenal dengan SOSIALISME INDONESIA.

Sikap dan bentuk Kuda :
Ditetapkan dalam keadaan beraksi menentang, kepalanya sedikit tunduk menoleh ke kiri (gigih, bahasa Madura "nyoronteng"). Sayap kuda berdiri tegak sesuai dengan keadaan kuda yang siap sedia mengemban amanat Penderitaan Rakyat Daerah Tingkat II Sumenep. Bulu ekor kuda keriting 8, mengingatkan kita pada tahun 1945 dan keritingan dari bulu-bulu itu kita harus bersatu.

Pita di dalam :
Pita dalam perisai ditetapkan berwarna dasar putih dan tulisan dengan warna dasar berwarna merah, melambangkan SANG MERAH PUTIH bendera kita Negara Republik Indonesia.

Dasar Hijau dari :
Warna hijau ialah berarti yang akan datang (harapan) terhadap cita-cita yang diperjuangkan.


Warna Hitam :
Sebagai batas tertentu yang melingkari perisai dengan arti dari lingkaran termaksud menyatukan cita-cita.

Kamis, 19 Februari 2015

... Logo Kabupaten Mojokerto ...

... Logo Kabupaten Mojokerto ...
Ibukota Mojosari
 
  logo Vector Kabupaten Mojokerto  (Download.cdr )
 
 
 

Arti Logo Kabupaten Mojokerto


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 1 Tahun 1972 Tambahan Lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur Tahun 1973 seri C Tanggal 31 Agustus 1973 No. 166/C : 

Pasal 7(1)    Tiga lingkaran inti bulat yang berwarna kuning emas, abu-abu suram dalam perisai berwarna merah putih adalah melukiskan :

a.   Tiga jaman kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia yaitu :

      1.  Kuning emas      : Jaman keemasan Mojopahit

      2.  Abu abu suram  : Jaman penjajahan

      3.  Kuning              : Jaman kemerdekaan 17 Aguastus 1945



b.  Lahiriyah dan bathiniyah :

    
Lingkaran dalam yang mengibaratkan bhatiniyah;

     Lingkaran luar yang mengibaratkan lahiriyah;

     Kedua lingkaran dalam dan luar (kombinasi) yang mengibaratkan

     bhatiniyah dan lahiriyah adalah sama-sama (satu);

(2)   Uruta-urutan 3  zaman termaksud pada sub a. sengaja dimulai dari bagian dalam sehingga zaman kemerdekaan dilukiskan di bagian luar bidang gerak kemajuan yang luas disegala lapangan didasari politik Negara yang bebas aktif.


Pasal 8

(
1)     Pura adalah Pura Wringin Lawang yang berwarna putih merah terdiri dari :
    sususnan pilar pertama 7)
    susunan pilar kedua 5) = jumlah 17
    susunan pilar ketiga 5)


yang menggambarkan kemakmuran dalam gambar berombak sungai 5 yang melukiskan Panca Usaha dalam meningkatkan produksi pertanian.



Pasal 9
Pohon beringin dimaksudkan pada pasal 4 Peraturan daerah ini mengandung makna sebagai berikut :
(1)  Pohon berliku 17 melambangkan perjuangan yang abadi yaitu Pemerintah yang memberikan pengayoman bagi rakyatnya di 17 Kecamatan;

(2)  Pohon bercabang 3 melukiskan  3 landasan perjuangan

      1.  Idiil               : pancasila;

      2.  Strukturil      : UUD 1945;

      3.  Operasional  : Keputusan-keputusan Sidang MPR (S);

           Daun beringin berliku 17 melukiskan angka 17;

           Sulur berjumlah 8 melukiskan angka 8;

           Sulur berjumlah 5 melukiskan Pancasila;

        Jumlah liku pada akar @ 3 = 15 ditambang dengan jumlah a, b, c dan d menjadi 15 yang melukiskan angka 45 sehingga pada pohon beringin itu terdapat angka keramat 17-8-45 yang dijiwai pancasila.


Pasal 10
Kata-kata WIJNA dan MANTRIWIRA adalah semboyan dari Gajah Mada yang berarti :

WIJNA            :      Bijaksana, berpandangan luas dan penuh hikmah dalam kesukaran dan kepentingan;

MANRIWIRA    :      PEMBELA NEGARA YANG SEALU BERANI, TIDAK BERBUAT SALAH KARENA YAKIN BERTINDAK DENGAN PENUH KESUCIAN DEMI KEPENTINGAN Bangsa dan Negara.


Semboyan itu singkatnya berarti pahlawan yang berani, bijaksana dan penuh tanggungjawab.



Pasal 11
(1)     Gambar padi dan kapas melukiskan  cukup sandang dan pangan
(2)     Daun dan buah maja mengingatkan pada sejarah nama Majopahit (buah maja rasanya pahit)
(3)     a.   Daun dan bunga kapas serta daun dan buah maja di sebelah kiri lingkaran luar berjumlah 17;
         b.   Antara gambar padi dan kapas di sebelah bawah terdapat hurup BRA yang berbentuk angka 8
         c.    Daun dan buah maja serta butir-butir padi di sebelah kanan lingkaran berjumlah 45
         d.   Hiasan pura bersusun 4 kiri kanan = s
         e.   umlah pilar kanan/kiri 34)
         f.    Pura bertingkat 6)
         g.   Pura tingkat 5)


(4)     Adalah mengandung 2 (dua) makna :

1.      Melambangkan Daerah Kabupaten Mojokerto dengan 17 Kecamatan yang dahulu menjadi pusat Pemerintahan Kerajaan Mojopahit tempat-tempat sisa peninggalan zaman Mojopahit itu. Dalam 17-8-45 daerah Mojokerto mencatat pula banyak sejarah dan peristiwa kepahlawanan yang menunjukkan jiwa patriot dan kesadaran untuk bernegara dari rakyat.

2.      Melukiskan angka keramat 17-8-45, yang mengandung arti bahwa bathiniyah yang dilukiskan sebagai lingkaran dalam ayat (1) sub b pasal 7 Peraturan daerah ini adalah berjiwa 17-8-45;

(5)     Tangga pada Pura yang berjumlah 5 melukiskan  panca tertib sebagai jalan dan cara serta bagi pelaksanaan stabilitas Politik Ekonomi;

(6)     Sungai adalah sungai Brantas yang melintasi daerah Kabupaten Mojokerto dengan Brantas deltanya.

(7)     Warna buah maja tidak sama menunjukkan suatu proses perkembangan jalannya Pemerintahan yang makin lama makin disempurnakan sesuai dengan kemajuan Bangsa Indonesia.

Pasal 12
(1)     Huruf BRA singkatan dari Brawijaya dapat diartikan Bra berarti agung atau popular dan Wijaya berarti kemenangan gemilang (harum) sedangkan buah maja yang berjumlah semua 9 melukiskan kejayaan;

(2)     Jumlah buah Maja 9 menggambarkan walisongo yang kesemuanya berketuhanan Yang maha Esa, lagi pula angka 9 adalah kesatuan yang paling tinggi melukiskan bahwa Kabupaten Mojokerto bercita-cita tinggi;

(3)     Huruf BRA dilukiskan dengan garis-garis berbentuk lambang yang melukiskan/melambangkabn kesatuan dan persatuan yang kokoh kuat dan kekal abadi.


Pasal 13
Pada lingkaran dalam dan luar terdapat kombinasi sebagai berikut :
1. Daun dan buah maja serta daun dan bunga kapas dalam lingkaran sebelah kiri berjumlah 17;
2. Jumlah sulur pohon beringin dalam lingkaran bagian dalam berjumlah 8;
3. Daun dan buah maja serta padi dalam lingkaran luar sebelah kanan berjumlah 45;
Keseluruhan dari a, b, dan c tersebut menunjukkan angka keramat 17-8-45 terdapat pada lingkaran bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya jiwa terdapat pada bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya ikatan 17-8-45 antara lahiriyah dan bathiniyah (satu kata dan perbuatan)

Pasal 14

Bunga teratai putih berujung lima adalah lambing dari Departemen Dalam Negeri yang menunjukkan kesucian hidup ditengah-tengah masyarakat Pancasila.

Pasal 15
Perisai bersudut lima berwarna putih melambangkan perjuangan membela Pancasila secara gagah berani dan konsekwen, dengan sifat kesatria dan jujur tanpa pamrih serta penuh kesucian lahir/batin.

Pasal 16
Warna-warna yang dipergunakan dalam Lambang daerah berarti sebagai berikut :
Kuning emas berarti = kebebasan/keluhuran
Kuning biasa berarti harapan
Merah berarti keberanian
Putih berarti kesucian
Hijau berarti kemakmuran
Biru berarti ketenangan yang abadi
Hitam berarti kesataun/kokoh
Merah bata berarti semangat tak kinjungan padam
Abu-abu suram = masa suram dan penuh penderitaan


Pasal 17
Dilihat dari keseluruhan Lambang daerah melukiskan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah panjang-punjung, pasir wukir gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, ambeg paramaarta.