Home

Rabu, 20 Januari 2016

... logo Kabupaten Sampang ...

... logo Kabupaten Sampang ...
Ibukota Sampang
 
  logo Vector Kabupaten Sampang  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Sampang


BINTANG
Pancasila Khususnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

TOMBAK
Jiwa perjuangan untuk mengusir penjajahan

MENARA DAN MASJID
Kekuatan dalam melaksanakan ajaran agama

PADI DAN KAPAS
Kesungguhan dalam mewujudkan atas kesatuan, keadilan dan kemakmuran

SAWAH
Petani yang ulet demi keselamatan generasi selanjutnya

PERAHU
Kebaharian yang bertanggungjawab keamanan demi Ketahanan Nasional

TRUNOJOYO
Jiwa kepahlawanan yang mengutamakan kepentingan umum


Selasa, 19 Januari 2016

... Logo Kabupaten Trenggalek ...

... Logo Kabupaten Trenggalek ...
Ibukota Trenggalek

 

  logo Vector Kabupaten Trenggalek  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Trenggalek


Sudut Lima Perisai
Mengingatkan kita pada kelima unsur-unsur yang tercantum pada Pancasila, maksudnya rakyat Trenggalek menerima Pancasila sebagai Dasar Negara.
Warna Dasar Hijau berarti ketentraman, maksudnya rakyat Trenggalek seperti yang dilambangkan ialah berada dalam ketentraman.


Selendang Warna Dasar Merah, berhuruf Putih

Mengingatkan kita kepada Sang Dwiwarna ialah keberanian yang berdasarkan kepada kesucian untuk mencapai apa yang termaksud dalam semboyan lambang Jwalita Praja Karana (ialah cemerlang karena rakyat)


Padi dan Kapas
Yang berarti lambang kemakmuran sandang dan pangan maksudnya rakyat Trenggalek bercita-cita untuk tidak kurang sandang pangan.


Lingkaran Artinya Kebulatan
Warna merah artinya berani, Rantai artinya persatuan, Warna Putih artinya Suci, Rantai dan Lingkaran maksudnya rakyat Trenggalek cinta kepada persatuan yang bulat/utuh.
Warna Merah dan Putih menunjukkan sifat rakyat Trenggalek yang berani karena benar.


Padi 17 Butir, Kapas 8 Buah Rantai 45 Buah
Mengingatkan kepada hari lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.


Kantil Tegak Artinya Bangunan
Warna Hitam artinya kokoh/kuat, Warna Putih artinya cinta, Tonjolan tiga adalah trilogi artinya rakyat Trenggalek tetap berpegang teguh kepada :
1. Pancasila
2. Undang-Undang Dasar 1945
3. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat


Bintang
Ialah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, maksudnya rakyat Trenggalek mempunyai kepercayaan kuat kepada Agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, berwarna kuning emas, berati Kebesaran/Keagungan Tuhan.



Minggu, 06 September 2015

... Logo Kabupaten Probolinggo ...

... Logo Kabupaten Probolinggo ...
Ibukota Sumenep
 
  logo Vector Kabupaten Probolinggo  (Download.cdr )
 

Arti Logo Kabupaten Probolinggo


Sebuah Bintang,
bersudut lima, berwarna kuning dengan lima berkas sinarnya berwarna putih

Diatas Bintang, 
lukisan Angin berwarna merah putih
Dibawah Bintang,
lukisan Gunung berwarna biru tua
Dibawah Gunung,
lukisan Sungai berwarna putih
Dibawah Sungai,
lukisan Dataran tanah berwarna hijau
Dibawah Dataran tanah,
lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih
Pada sebelah kiri lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih,
aslinya hijau dan sebelah kiri bawah Buah Anggur sebanyak 17 (tujuh belas) buah dengan warna aslinya hijau muda
    
Pada sebelah kanan,
lukisan Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dan sebelah kanan bawah 8 (delapan) Buah Mangga dengan warna aslinya hijau
Dibawah Buah Anggur dan Mangga
lukisan Pita putih berisi tulisan semboyan : “Prasadja Ngesti Wibawa”


Warna Merah berarti : Keberanian. Makna Lambang
Bintang 
merupakan pertanda Ketuhanan Yang Maha Esa dan Lima berkas sinar Bintang dimaksudkan sebagai pertanda Dasar Falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila sebagai perwujudan kejiwaan Bangsa Indonesia yang kita amankan dan amalkan.
Angin  
merupakan ciri khas bagi Daerah Kabupaten Probolinggo yang terkenal dengan sebutan “Angin Gending”. Angin yang arusnya sangat deras yang datang setiap musim kemarau dari arah Tenggara.
Gunung sebagai pertanda Gunung Bromo. 
Sebuah gunung di Daerah Kabupaten Probolinggo terletak di Pegunungan Tengger dalam sebuah kalender yang luas dengan garis tengahnya kurang lebih 11 (sebelas) kilometer.
  
Sungai 
sebagai pertanda “Sungai Banger”. Sebuah sungai yang semula memberi nama daerah Kabupaten ini pada zaman Bupati Probolinggo yang pertama Kiyai Tumenggung Djojolelono (tahun : 1746-1768).
Dataran tanah
merupakan pertanda keadaan tanah Daerah Kabupaten Probolinggo yang cukup subur.
Gelombang Air Laut
yang mewujudkan letak Daerah Kabupaten Probolinggo ditepi pantai (Selat Madura).
Daun Anggur sebanyak 4 (emapat0 helai dengan buah Anggur 17 (tujuh belas) buah
menunjukkan hasil buah-buahan khas Daerah Probolinggo (terkenal sejak tahun 1913). 
Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dengan buah Mangga 8 9delapan) buah 
menunjukkan buah-buahan yang terkenal di seluruh Indonesia dan sekitarnya dan merupakan hasil buah-buahan khas daerah Probolinggo. 
Rangkaian buah Anggur (17), Buah Mangga (8), Daun Anggur (4), dan Daun Mangga (5), merupakan pertanda : Tanggal, bulan dan tahun “Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia”
Pita Putih berisi semboyan : ;Prasadja Ngesti Wibawa”.
Makna semboyan : “Prasadja” berarti : bersahaja, blaka, jujur, bares, dengan terus terang, “Ngesti” berarti : menginginkan, menciptakan, mempunyai tujuan, “Wibawa” berarti : mukti, luhur, muia. “Prasadja Ngesti Wibawa” berarti : Dengan rasa tulus ikhlas (bersahaja, jujur, bares) menuju kemuliaan.

Makna Warna-warna Yang Digunaka:
Warna Kuning berarti : Keagungan, Keluhuran, Kemuliaan. 
Warna Biru berarti : Kesetiaan.
Warna Hijau berarti : Kesuburan, Kemakmuran.

... Logo Provinsi Kalimantan Utara ...

... Logo Provinsi Kalimantan Utara ...
lbukota Tanjung Selor
Arti Logo Provinsi Kalimantan Utara

• Tulisan Kalimantan Utara;
• Bintang;
• Gerbang perbatasan merah putih;
• Perisai dengan ukiran khas budaya Dayak, Bulungan dan Tidung, dengan parang dan tombak bersilangan didepannya;
• Padi dan kapas yang diikat dengan pita, jumlah padi 22 butir, pita 4 (empat) simpul, dan kapas 13 buah;
• Laut bergelombang;
• 4 (empat) garis gelombang yang menggambarkan sungai;
Dibagian bawah ada tulisan “BENUANTA” diatas pita warna putih kuning.
Bentuk keseluruhan Logo Daerah, bersudut 5 (lima) yang mengandung arti dan makna berazaskan falsafah Negara Pancasila, dengan warna dasar biru muda/biru langit yang melambangkan keindahan, kesejahteraan, kedamaian, kewibawaan.

Warna Logo Daerah mempunyai arti : 
Warna Putih
melambangkan kesucian, keikhlasan, kejujuran;

Warna Biru
melambangkan keindahan, kesejahteraan, kedamaian, kewibawaan;

Warna Hijau
melambangkan kesuburan, kemakmuran, ketaqwaan, pertembuhan;

Warna Hitam
melambangkan ketegasan, perlindungan, ketokohan;

Warna Merah
melambangkan keberanian, kekuatan;

Warna Kuning
melambangkan kemuliaan, keagungan, kesuksesan.

Makna Logo Daerah : 
Tulisan KALIMANTAN UTARA
melambangkan identitas Provinsi Kalimantan Utara sebagai daerah Otonomi Baru;
 
Bintang
melambangkan ketuhanan Yang Maha Esa; 
Gerbang Perbatasan Warna Merah Putih
melambangkan bahwa Provinsi Kalimantan Utara merupakan wilayah yang berada di perbatasan Negara Republik Indonesia;
Perisai dengan ukiran khas budaya Dayak, Bulungan dan Tidung, dengan parang dan tombak bersilang
melambangkan budaya masyarakat di Kalimantan Utara terdapat suku dan budaya yang beragam yang hidup saling berdampingan rukun, bersatu dan harmoni, penuh semangat pantang mundur untuk membangun dan selalu siap dalam menghadapi tantangan yang dating dari luar maupun dari dalam; 
Padi dan Kapas
melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran yang merupakan tujuan seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Utara; 
Laut bergelombang
melambangkan potensi sumber daya alam yang ada di lautan yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Utara, gelombang melambangkan kehidupan yang dinamis; 
4 (empat) buah sungai berwarna putih
bermakna sebagai urat nadi perekonomian dari 4 (empat) yang menghubungkan masyarakat di pedalaman dengan daerah pantai dan perbatasan (suangai kayan, sungai sesayap, sungai sembakung dan sungai sebuku); 
Tulisan motto “BENUANTA” diatas pita kuning
merupakan motto/semboyan dari Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kalimantan Utara adalah wilayah kita/daerah kita yang harus dibangun dan dipertahankan untuk kesejahteraan masyarakatnya.