Home

Rabu, 29 Desember 2010

... Logo Kabupaten Kapuas ...

... Logo Kabupaten Kapuas ...
Ibukota Kuala Kapuas
Logo Vector Pemkab Kapuas (Downlod.cdr)



Arti logo Kabupaten Kapuas

MATERI LAMBANG  DAERAH
  1. Dasar Lambang berwarna hijau tua.
  2. Bahtera BANAMA TINGANG berwarna hitam.
  3. Kepala burung menghadap ke kanan.
  4. Perisai/telabang berwarna merah putih.
  5. Bintang Pancasila dengan warna kuning emas.
  6. Tikar anyaman rotan berwarna kuning.
  7. Lukisan gelombang masing-masing berwarna biru laut.
  8. Untaian padi berwarna kuning emas.
  9. Bunga kapas berwarna kuning emas.
  10. Pita pengait berwarna kuning emas.

ARTI MATERI LAMBANG

a. warna dasar berwarna hijau tua, berarti keadaan alam daerah yang berupa hutan belantara berbagai macam tumbuhan lainnya yang bermanfaat bagi penduduk.

b. Bahtera burung tingang, melambangkan pemerintah daerah yang kokoh, kuat, bijaksana dan berwibawa.

c. Bahtera burung menghadap kekanan, melambangkan negara hukum, keadilan dan kebenaran serta kejujuran yang berlaku dalam pemerintahan kapuas.

d. Perisai berwarna merah putih, melambangkan kebudayaan yang berkepribadikan khas Indonesia.

e. Bintang pancasila berwarna kuning emas, melambangkan pemerintahan yang berdasarkan pada pancasila dan dalam satu wadah yaitu negara kesatuan republik indonesia.

f. Tikar anyaman rotan, merupakan kerajinan tangan dan sekaligus melambangkan kebudayaan daerah.

g. Tiga gelombang, melambangkan tiga sungai besar yang mengalir di kabupatan kapuas yang merupakan urat nadi penghidupan dan perekonomian masyarakat dan merupakan sumber rezeki yang murah dan abadi.

ARTI DAN MAKNA TULISAN “TINGANG MENTENG PANUNJUNG TARUNG”
Tekad bersama (TINGANG MENTENG) berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat mengangkat harkat dan martabat secara berkelanjutan (PANUNJUNG TARUNG) seluruh komponen masyarakat kabupaten kapuas

Senin, 27 Desember 2010

... Logo Kabupaten Katingan ...

... Logo Kabupaten Katingan ...
Ibukota Kasongan
Logo Vector Pemkab Katingan (Downlod.cdr)

Arti Logo Kabupaten Katingan

Lambang Daerah berbentuk Tameng (Perisai) dengan lima sisi yang bermakna kemampuan untuk menangkis dan bertahan terhadap serangan musuh, juga melambangkan jiwa kepahlawanan untuk mempertahankan dan meneruskan cita-cita Prokiamasi Kemerdekaan bertandaskan Pancasila.
Warna mempunyai arti sebagai berikut:
  • Warna Merah dan Merah hati meLambangkan keberanian dan jiwa kepahiawanan atau semangat juang untuk kemajuan daerah.
  • Warna Putih melambangkan kesucian dan kejujuran.
  • Warna Hitam melambangkan kekuatan, keteguhan dan keadilan.
  • Warna Kuning dan Kuning Tua melambangkan kejayaan, kebesaran dan keluhuran.
  • Warna Hijau dan Hijau Muda melambangkan kesuburan yang menjadi sumber kemakmuran.
  • Warna Abu-abu melambangkan kesetiaan dan kejujuran.

Unsur - unsur yang terdapat pada Lambang Daerah:
Tutisan Kabupaten Katingan adalah nama Kabupaten Katingan yang terbentuk berdasarkan UU
No : 5 Tahun 2002
Tulisan Penyang Hinje Simpei merupakan Motto Daerah
  • Penyang : Semangat, iLmu, iman, Kekuatan.
  • Hinje : Bersatu, bermusyawarah dan beriman
  • Simpei : Menyatukan dan menguatkan/ Memperkokoh.
yang secara harafiah adalah semangat Persatuan dan Kesatuan

Belanga ( Guci ), melambangkan kekayaan sumber daya yang terdapat di Kabupaten Katingan.
 
Uei (Rotan ), melambangkan ikatan rasa persatuan dan kesatuan.
 
Tangkai Padi 20 butir dan Tangkai Bunga Kapas 7 bunga, melambangkan tanggal 20 dan bulan 7 peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Katingan dan juga melambangkan kemakmuran.

Telawang (Perisai), melambangkan kemampuan untuk mengayomi, melindungi dan memelihara sumber daya yang terdapat di Kabupaten Katingan.

Bintang, melambangkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dohong Mantikei ( Senjata Tradisional ), melambangkan ketajaman berfikir dan bertindak untuk melaksanakan pembangunan disegala bidang.

Garantung ( Gong), melambangkan adanya arah atau pedoman guna suksesnya pembangunan.

Simpei Rotan Lima Ikatan, melambangkan kokohnya persatuan dan kesatuan di bumi Kabupaten Katingan yang dilandasi sila-sila dan Pancasila.

... Logo Kabupaten Murung Raya ...

... Logo Kabupaten Murung Raya ...
Ibukota Puruk Cahu
Logo Vector Pemkab Murung Raya (Download.cdr)

Arti Logo Kabupaten Murung Raya 
Lambang Daerah terdiri dari :
 
Tulisan MURUNG RAYA menyatakan nama Daerah dan Wilayah sebagai Daerah Otonom;
 
BINTANG bersudut LIMA, melambangkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana sila pertama dari Pancasila yang dalam membangun Daerah dan Masyarakat selalu diikuti Iman dan Taqwa 
Kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran dari agama yang dianut masing-masing;
 
GUNUNG dan PUNCAK; melambangkan cita-cita yang tinggi setinggi gunung dalam membangun sumber daya yang ada baik sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi luhur maupun sumberdaya alam yang ada, yang kedua sumber daya ini saling bersinergis dan lestari agar terjaga lingkungan yang bersih dan mampu bersaing diera globalisasi ini;
 
HUTAN: melambangkan potensi alam yang harus dipelihara dan dijaga kelestariannya guna menjaga keseimbangan ekosistem alam dan sebagai sumber kehidupan;
 
SUNGAI: melambangkan aliran kehidupan yang senantiasa mengalir menuju masyarakat yang adil dan makmur dan madani;
 
PADI dan KAPAS : melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan daerah dan seluruh masyarakat yang selalu bekerjasama dalam mewujudkan masyarakat secara adil dan merata yang dilambangkan : 
 
Padi dengan jumlah 45 butir melambangkan Proklamasi Kemerdekaan RI;

Tangkai Padi dan Kapas disimpulkan oleh 2 simpul ikatan yang melambangkan tanggal peresmian Kabupaten Murung Raya tanggal 2 Juli 2002;
 
Daun Padi 4 helai dan daun kapas 3 helai menunjukan bulan pembentukan Daerah Kabupaten Murung Raya Juli 2002;
 
PERISAI : melambangkan kekuatan dan keteguhan dimana seluruh komponen masyarakat siap menghadapi berbagai bentuk rintangan dan teguh dalam memperjuangkan kejayaan dan kemakmuran Kabupaten Murung Raya;
 
MANDAU : adalah senjata khas etnik dayak, dimana masyarakat senantiasa selalu siap dan berani dan waspada menghadapi bentuk ancaman dan gangguan yang ingain merusak persatuan dan kesatuan bangsa ;
 
SUMPITAN : adalah salah satu senjata etnik dayak, yang umumnya digunakan sebagai alat berburu, dengan menggunakan peluru (damek) dengan jarak capai cukup jauh melalui tiupan yang kuat dan lobang yang lurus dan tidak untuk membunuh sesama manusia : melambangkan kejujuran, ketulusan hati serta perdamaian 
berdasarkan pemikiran yang jauh dan tepat ;
 
RUMAH BETANG : adalah tempat tinggal / rumah suku dayak dimana didalamnya dihuni oleh beberapa keluarga, melambangkan budaya betang adalah perekat Persatuan dan Kesatuan dengan tidak memandang suku dan agama, dapat rukun satu sama lainnya dengan tidak lupa menghormati “Pemilik Betang” ( selalu menjunjung tinggi nilai adat dan budaya masyarakat setempat “ dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung “ ;
 
BELANGGA : Melambangkan barang pusaka yang nilainya tinggi, yang melambangkan potensi kekayaan alam Kabupaten Murung Raya dan status sosial yang bermartabat ;
 
GONG : Melambangkan Persatuan Budaya Daerah : 

Slogan dalam Bahasa Dayak yang bertulis “ TIRA TANGKA BALANG “ meruupakan rangkaian kata filosofi bahasa Kandan Siang, Murung Ot Danum yang dalam bahasa harfiah artinya kalau sudah membuat tangga untuk menebang sebatang pohon yang sangat besar maka pohon tersebut harus tuntas sampai tumbang. Sehingga Slogan Daerah Murung Raya mengandung makna “Kalau sudah bekerja jangan setengah hati, harus selesai tuntas mencapai tujuan“;
 

... Logo Kabupaten Lamandau ...

... Logo Kabupaten Lamandau ...
Ibukota Nanga Bulik
Logo vector Kabupaten Lamandau (Download.cdr)

Arti Logo Kabupaten Lamandau

A. DESKRIPSI LAMBANG DAERAH:
1. Bentuk dasar Lambang adalah Perisai berwarna Biru Langit;
2. Paling atas Lambang terdapat kata Lamandau;
3. Dibawah kata Lamandau terdapat bintang persegi lima;
4. Dibawah bintang terdapat Gunung;
5. Dibawah gunung terdapat jurung;
6. Di pintu jurung terdapat mandau, sumpit dan perisai, terdapat gerantung dan belanga;
7. Rantai gelang merupakan pengkiat antara padi dan kapas;
8. Dibawah kapas dan padi terdapat pita dengan tulisan Motto “BAHAUM BAKUBA”

B. ARTI LAMBANG DAN MOTTO
1. Bintang Bersegi Lima
Unsur bintang bersegi lima berwarna kuning adalah melambangkan bahwa masyarakat Kabupaten Lamandau yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa.
 
2. Gunung
Unsur gunung yang dilambangkan dalam bentuk tiga baris berwarna hijau melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau terbentuk awalnya tiga Kecamatan yang memiliki kesuburan sebagai penghidupan masyarakat Kabupaten Lamandau secara umum, sedangkan anak gunung melambangkan Kabupaten Lamandau siap memekarkan beberapa kecamatan.
 
3. Sungai
Unsur tiga sungai yang digambarkan mengalir di bawah gunung memberikan kesejukan dan kedamaian bagi masyarkat Kabupaten Lamandau yang tidak pernah putus sepanjang zaman.
 
4. Tangkai Bulir Padi dan Tangkai Bunga Kapas
Tangkai Padi dengan 17 bulir adalah sebagai sumber pangan yang melambangkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Lamandau. Tangkai Bunga Kapas sebanyak 8 buah sebagai sandang yang melambangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamandau.
 
5. Jurung berwarna coklat
Adalah bangunan khas masyarakat Kabupaten Lamandau, dimana bangunan ini gunanya untuk menyimpan hasil panen (padi) yang dipersonifikasikan Kabupaten Lamandau kaya dengan sumber daya alam dan hasil lainnya yang dipelihara dengan baik untuk biaya pembangunan Kabupaten Lamandau.
 
6. Gerantung dan Belanga
Merupakan tempat kedudukan yang terhormat oleh masyarakat Dayak terhadap para pejabat atau tamu dalam acara adat yang disebut Duduk di Gerantung Nyandar di Belanga dan juga dipakai sebagai alat musik tradisional.
 
7. Mandau, Sumpit dan Perisai
Adapun unsur mandau, sumpit dan perisai yang berada di depan pintu jurung merupakan senjata khas suku dayak yang melambangkan semangat pantang mundur untuk membangun dan selalu siap dalam menghadapi tantangan yang darang dari luar maupun dari dalam.
 
8. Ikat Tongang
Ikat Tongang merupakan simbol pengkiat Persatuan dan Kesatuan laihr dan batin masyarakat Kabupaten Lamandau secara sakral.
 
9. Pita warna Putih dengan Motto “BAHAUM BAKUBA”
Motto Kabupaten Lamandau adalah Bahaum Bakuba yang artinya selalu bermusyawarah atau bermufakat tidak membedakan agama, suku, warna kulit dan golongan. Pengertian terhadap motto Kabupaten Lamandau yaitu “Bahaum Bakuba” adalah dalam membangun ataupun menyelesaikan dengan musyawarah atau bermufakat dengan tidak membedakan agama, suku, warna kulit dan golongan. Adapun pita berwarna putih melambangkan bahwa setiap hasil musyawarah merupakan tanggung jawab bersama yang dilakukan dengan hati yang tulus suci dan ikhlas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara yang kita cintai.
 
10. Bingkai dengan dengan Segi Lima sudut Berwarna Kuning
Unsur Garis sisi dengan lima sudut membentuk seperti sebuah perisasi dengan warna kuning yang melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan bagian dari bingkai Negara Kesatuan Repunlik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sedangkan warna kuning melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau memiliki sumber daya alam yang mampu mensejahterakan masyarakatnya.
 
11. Pita berwarna Putih Bertuliskan LAMANDAU
Tulisan LAMANDAU pada Lambang Kabupaten Lamandau menunjukkan identitas Kabupaten Lamandau itu sendiri dan memiliki makna. Kata Lamandau merupakan rangkaian kata yang tidak dapat dipisahkan antara kata satu dengan kata lainnya, karena kata Lamandau memiliki arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Adapun arti dari kata Lamandau adalah “Tempat Menuju Kejayaan”.
 
12. Warna Dasar Biru Langit
Melambangkan atau melukiskan Keindahan, kesejahteraan dan keasrian serta kedamaian Kabupaten Lamandau sejak berdiri hingga masa mendatang.

C. KOMPOSISI WARNA
Lambang Daerah ditulis dengan komposisi warna sebagai berikut:
a. Logo warna dasar Biru Langit
b. Bulir padi berwarna kuning tua dan kapas berwarna hijau tua dan putih
c. Bintang berwarna kuning tua
d. Gunung berwarna hijau
e. Alur sungai tiga berwarna putih
f. Belanga warna kuning emas dan mandau, sumpit dan perisai berwarna hitam
g. Gerantung (gong) berwarna hitam
h. Tali pengikat Tongang berwarna kuning emas
i. Pita berwarna putih
j. Kata Lamandau dan Motto “Bahaum Bakuba” berwarna hitam
k. Garis Bingkai Logo berwarna Kuning

Pengertian warna dalam Lambang Daerah mempunyai makna sebagai berikut:
a. Biru langit melukiskan atau melambangkan keindahan, kesejahteraan dan kelestarian serta kedamaian Kabupaten Lamandau;
b. Kuning merupakan warna keramat atau religius bagi masyarakat Dayak;
c. Warna hijau melambangkan bahwa Kabupaten Lamandau masih memiliki hutan yang lebat dan merupakan warna religius adat;
d. Warna hitam yang berarti apabila seseorang melakukan perbuatan yang tidak terpuji tidak diterima oleh masyarakat.

D. BENTUK. UKURAN DAN WARNA
Lambang Daerah dapat dituangkan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
  1. Panji
  2. Badge
  3. Vandel
  4. Plakat
  5. Cap, Kop Naskah Dinas
Lambang Daerah dalam naskah Peraturan Daerah ini mempunyai ukuran tinggi dan lebar berbanding 4:3. Badge, Panji dalam bentuk-bentuk sebagaimana dimaksud menggunakan dasar warna biru laut.