Home

Selasa, 13 November 2012

... Logo Kota Madiun ...

... Logo Kota Madiun ...

Arti Logo Kota Madiun

 

Berdasakan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun Nomor 4 Tahun 1970, adalah :

Makna Lambang

1. Perisai sebagai dasar lambang dasar Warna Hijau Tua
bermakna sebagai penjagaan dan perlindungan, dalam arti luas ialah pembinaan, keselamatan dan kesejahteraan pemduduk dan pemerintah ;

2. Dua Gunung dan Sungai warna biru dan putih, langit cerah warna kuning serta tanah subur warna hijau muda
bermakna letak kota Madiun di daerah yang subur, diantara Gunung Lawu dan Gunung Wilis dimana mengalir Bengawan Madiun ;

3. Fondamen terdiri atas 5 batu utama warna merah

bermakna dasar Pemerintah Daerah yang demokratis bersendi Pancasila ;

4. Tugu Warna putih
bermakna persatuan dan pengabdian yang dijiwai semangat Proklamsi 17 Agustu 1945 ;

5. Keris Pusaka Tundung Madiun warna hitam

bermakna kejayaan, kepribadian dan sebagai penolak bahaya ;

6. Padi dan Kapas warna kuning emas, setangkai padi terdiri dari atas 17 butir, setangkai kapas terdiri dari atas 8 bunga dan sembilan daun bermakna

kemakmuran dan kesejahteraan sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945


Makna Warna Pada Gambar

1. Hijau-tua dan Hijau muda
berarti kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan

2. Kuning dan Kuning emas
berarti kebesaran dan kejayaan

3. Biru
berarti ketentraman dan kesetian

4. Putih
berarti kesucian

5. Merah

berarti keberanian

6. Hitam
berarti keabadian

Arti/makna keseluruhan lambang Daerah Kota Madiun adalah
Pemerintah Daerah yang demokratis dengan penuh kesetiaan, keberanian dan kesucian, sebagai pelindung rakyat, mengabdi dan berjuang atas dasar jiwa proklamasi 17 Agustu 1945 menuju terciptanya masyarakat adil makmur dan sejahtera Pancasila

Sabtu, 10 November 2012

... Logo Kota Pasuruan ...

... Logo Kota Pasuruan ...

Arti Logo Kota Pasuruan


Bentuk perisai bulat telur
Pita merah putih sebagai bingkai dari perisai Tugu Kota Pasuruan
Bintang segi lima atas tugu
Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri
kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.
Pita putih dengan tulisan motto
“SURA DIRA SATYA PATI”

Tugu berdiri tegak ditengah perisai:
melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura

Perisai Bulat Telur :
Mempunyai makna melukiskan sifat – sifat ketahanan dari segenap potensi yang terdapat dalam Kota Pasuruan

Pita Merah Putih :
Menjiwai semangat ketahanan

Tugu berwarna kuning Latar Belakang Gunung :
Melambangkan seolah olah kota Pasuruan diapit oleh Pegunungan Tengger dan selat Madura

Padi 17 butir & Kapas 8:
Melukiskan kemakmuran dan kesejahteraan kota pasuruan, baik meliputi sandang pangan, unsure unur perkonomian yang lain maupun yang meliputi kemajuan dari pada pembangunan di segala bidang

Pita Putih dengan tulisan Sura Dira Satyapati:
Mempunyai arti Berani Teguh Hati dan Setya kepada pimpinan Negara dan Agama, perkataan Sura Pati juga melambangkan bahwa masyarakat Kota Pasuruan akan mengingat pahlawan Untung Soeropati

Dasar Hukum
Peraturan Daerah Kota Pasuruan, Nomor 7/1971 yang ditetapkan pada tanggal 28 September 1971, dan diundangkan dalam lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur tanggal 22 Juni 1972 Nomor : 27 / B


Pasuruan T I B A

TERTIB
Melangkah dan menata diri denga tertib. Mengatur Kota Pasuruan dengan tertib hukum, administrasi, tertib masyarakat dan tertib segalanya

INDAH
Menjalin hubungan komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat, hubungan antara aparatur pemerintah di daerah, hubungan antara ulama dan umaroh atau dengan pemerintah, hubugan antara umat beragama, hubungan antara suku dan keturunan seindah pemandangan taman bougenville di setiap halaman rumah dan pekarangan, indah bentuknya sehingga akan membuat betah hidup di Kota Pasuruan.

BERSIH
Menjadikan Kota Pasuruan bersih dari kecerobohan, bersih dalam rumah dan pekarangan, bersih lingkungan RT dan RW dari kotoran sampah dan debu, bersih dari segala macam kotoran serta bersih segala – galanya, sehingga menjadikan Kota PAsuruan yang sehat dan dinamis.

Aman
Tidak diganggu adanya pencurian dan kejahatan, tidak terganggu dengan lingkungan yang ramai, tidak merasakan risau dan was – was, tidak merasa was – was kalau anak – anak bersekolah dan merasa aman karena dilindungi hukum.

Sabtu, 06 Oktober 2012

... Logo Kota Malang ...

... Logo Kota Malang ...
 Ibu Kota Malang

Arti Logo Kota Malang

 

Motto "MALANG KUCECWARA" 

berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar

 

Arti Warna :
                Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
                Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
                Hijau adalah kesuburan
                Biru Muda berarti Kesetiaan pada Tuhan, Negara dan Bangsa

 

Segilima berbentuk perisai

bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.



DPRD mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 1970.

Bunyi semboyan pada lambang "MALANG KUCECWARA"

Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya KOTAPRAJA MALANG 1964, sebelum itu yang digunakan adalah

"MALANG NAMAKU, MAJU TUJUANKU"

yaitu terjemahan dari :

"MALANG NOMINATOR, SURSUMMOVEOR"

 

Yang disyahkan dengan "Gouvernement besluit dd. 25 April 1938 N. 027". Semboyan baru itu diusulkan oleh Almarhum Prod.DR. R.Ng.Poernatjaraka, dan erat hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada jaman Ken Arok.
 

Kamis, 04 Oktober 2012

... Logo Kota Probolinggo ...

... Logo Kota Probolinggo ...
 Ibukota Probolinggo

Arti Logo Kota Probolinggo

Ditetapkan dengan
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Nomor 203 tahun 1956

PENJELASAN :
1. Ukuran Lambang :
28 x 36 cm

2. Bentuk Lambang : Perisai; 
Dimaksudkan sebagai tanda perkenalan dalam perjuangan menegakkan  kemerdekaan negara dan daerahnya yang telah tercapai.

3. Dasar Biru Muda :
melambangkan Kota Probolinggo sebagai daerah pantai.

4. Isi :
a. Bintang bercahaya dengan sinar keemasan.
b. Daun Anggur dan Daun Mangga sebagai hiasan, tidak berwarna.

5. Arti Bintang :
”Probolinggo” yang ada hubungannya dengan cerita kuno, yaitu jatuhnya sebuah benda bercahaya (meteor) – dalam lambung dilukiskan sebagai bintang dan tempat jatuhnya benda tersebut oleh raja-raja dahulu dipilih sebagai tempat untuk mendapatkean perdamaian dan mengakhiri perselisihan.

PROBO dalam bahasa Sansekerta berari sinar, sedang LINGGA berarti tanda, dalam hal ini tanda perdamaian. Dapat juga diartikan : asli atau sederhana (seperti perwujudan seluruh lambang yang sederhana).

Dengan lambang ini diharapkan jiwa nurani segenap penduduk Kota probolinggo selalu mendapat tuntunan cahaya terang sehingga sehingga alam pikiran dan perbuatannya selalu ditujukan pada usaha tercapainya masyarakat adil makmur,s esuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

6. Daun Anggur dan Mangga :
Mengingatkan Kota Probolinggo sebagai penghasil buah-buahan Anggur dan Mangga yang terkenal seluruh Indonesia.