Home

Sabtu, 05 Oktober 2013

... Logo Kabupaten Lumajang ...

... Logo Kabupaten Lumajang ...


Arti Logo Kabupaten Lumajang


Keterangan terbagi atas tiga bagian :

I. Keterangan Bentuk Gambar Lambang.

    Lambang berbentuk perisai segi enam tak beraturan yang distilir secara simetris dengan bingkai pada kelilingnya.

    Di bagian tengah lambang terlukis perpaduan yang terdiri atas tugu nasional kota Lumajang latar belakang gunung Semeru dengan nyala api dipuncaknya dan petak-petak sawah dengan dikelilingi untaian daun tembakau yang berjumlah delapan.

    Melingkar disebelah kiri dan kanan adalah untaian padi dan kapas yang masing-masing berjumlah berjumlah empat empat puluh lima dan tujuh belas.
    Di atasnya terlukis bintang segi lima beraturan.

    Di bagian atas Lambang bertuliskan bertuliskan kata :"KABUPATEN LUMAJANG" dan dibawah lambang didalam sehelai pita tertulis kata : "AMRETA BRATA WIRA BHAKTI" sebuah sasanti/motto dalam bahasa Kawi.




II. Keterangan Warna Gambar Lambang.

    Dasar perisai pada Lambang berwarna hijau tua dengan bingkai berwarna Merah Putih.

    Tugu tampak sebagai sillouet berwarna putih kontur hitam. Gunung berwarna biru muda dan nyala api berwarna merah putih. Petak-petak sawah berwarna hijau tua dan tembakau berwarna coklat dengan tulang daun hitam.

    Padi dan kapas berwarna putih.

    Bintang segi lima berwarna kuning dengan kontur putih.

    Tulisan "KABUPATEN LUMAJANG" berwarna putih. Pita dan sasanti berwarna putih dan tulisan hitam.



III. Keterangan Makna Gambar Lambang.


Bentuk perisai

pada lambang melukiskan sikap jiwa yang tahan uji, tabah dan penuh ketetapan hati sebagai dasar dari tiap perbuatan manusia. Warna hijau mencerminkan rasa kedamaian, persahabatan dan toleransi, sekaligus menggambarkan kesuburan daerah Kabupaten Lumajang.
 

Bingkai merah putih 
langsung mengungkapkan hubungan rasa kebangsaan sebagai suatu kesatuan dalam lingkungan Negara Republik Indonesia.
 

Paduan yang terlukis dibagian tengah menggambarkan tugu Nasional Kota Lumajang
yang menunjukkan kekhususan monumental daerah dengan menandai pada Lumajang sebagai ibu kota Kabupaten.
 

Melatarbelakagi tugu tersebut adalah unsur-unsur geografis daerah Lumajang dengan gunung apinya yang terkenal :
Semeru sebagai gunung paling tinggi di Pulau Jawa. Dalam mitos pewayangan dikenal sebagai Mahameru, tempat dewa-dewa bersemayam. Suatu tempat tertinggi dimana garis-garis kebijaksanaan dalam mengatur perikehidupan bersama-sama ditetapkan.
 

Sedangkan petak-petak sawah
melukiskan salah satu unsur terpenting dan yang terutama didaerah Lumajang, ialah unsur agraris. Pertanian didaerah Lumajang, yang utama adalah padi, yang kedua merupakan usaha yang vital dan potensial adalah tembakau, pada lambang dilukiskan sebagai rangkaian daun-daun tembakau yang melingkar ke kiri dan ke kanan.
 

Nyala api dipuncak gunung
merupakan dinamika yang menjiwai setiap unsur kehidupan bagaikan nyala api gunung Semeru yang tak kunjung padam.

Untaian padi dan kapas 

melukiskan sikap hidup sosialistis bangsa dengan bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila adalah merupakan tema yang mengilhami setiap gairah pembangunan.
 

Bilangan-bilangan tujuh belas pada kapas, delapan pada tembakau dan empat puluh lima pada padi
mengungkapkan Semangat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang menjiwai kerja, setiap unsur pembangunan di Lumajang.
 

Bintang segilima
di bagian atas melukiskan Pancasila, falsafah negara dan sikap hidup bangsa Indonesia yang wajib dijunjung tinggi dan diagungkan, sebagaiman telah disebutkan pada sila Pertama Ke Tuhanan Yang Maha Esa. Merupakan dasar dan tujuan hidup Bangsa Indonesia justru karena Pancasila wajib diikrarkan dan diamalkan.
 

Tulisan "KABUPATEN LUMAJANG" 
di bagian atas menyebutkan nama daerah yang digambarkan dan diungkapkan pada lambang.
 

"AMRETA BRATA WIRA BHAKTI"
sasanti/motto dalam bahasa Kawi yang maknanya : kebajikan yang kekal abadi adalah sikap perbuatan Ksatria dan penuh pengabdian. Suatu aspirasi dinamis yang diperlukan dalam mengamalkan jiwa Pancasila demi Amanat Penderitaan Rakyat.

  

Jumat, 28 Juni 2013

... Logo Vector HUT RI Ke-68 ...

... logo hut ri ke 68 ...

TEMA
Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan
Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

... Logo Kabupaten Ngawi ...

... Logo Kabupaten Ngawi ...
Ibukota Ngawi




Arti Logo Kabupaten Ngawi


Lambang Daerah Kabupaten Ngawi ditetapkan Berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 1968 pada tanggal 24 Juli 1968.

Artikulasi Warna dan Gambar :

I. Warna :
    Warna Putih artinya         : Kesucian
    Warna Kuning artinya      : Kemasyhuran
    Warna Merah artinya       : Patriotik, Kebranian
    Warna Hijau artinya         : Kemakmuran
    Warna Hitam artinya        : Stabilitas, Ketangguhan

II. Gambar :

1) Bintang bersudut lima :

Melambangkan pancaran Berketuhanan Yang Maha Esa.

2) Api yang menyala dengan lidahnya lima buah berwarna kuning dan bertepi merah :

Melambangkan pancaran semangat Pancasila yang senantiasa menerangi dan menjiwai penghidupan dan perjuangan Daerah Kabupaten Ngawi.

3) Sebuah tulang batok kepala dan tulang paha berwearna kuning didalam lingkaran berwarna merah terletak ditengah-tengan lambang :

Melambangkan bahwa nama Ngawi dikenal dan dicatat dalam dunia keilmuan arkeologi dengan diketemukannya sebuah tulang batok kepala dan tulang paha dari mahkul purba Pithecanthropus Erectus pada tahun 1891 oleh Dr.Eugene Dubois di desa Trinil Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

4) Garis lebar melintang berlekuk-lekuk dan bergelombang bagian atas berwarna putih dan yang bawah berwarna kuning, dari sebelah kiri menuju ketengah dan dari sebelah kanan menuju ketengah lalu bertemu menjadi satu :

Melambangkan bahwa Ibu Kota daerah Kabupaten Ngawi terletak didaerah pertemuan dua buah sungai (bengawan Solo berwarna putih dan Bengawan Madiun berwarna kuning).

5) Kelompok pepohonan berwarna hijau :

Melambangkan bahwa daerah Kabupaten Ngawi dikenal dengan daerah hutan jati yang memberikan hasil kemakmuran.

6) Tulisan NGAWI terletak pada dasar berwarna putih bagian kanan dan kiri berlekuk dan melengkung di bagian tengahnya :

Melambangkan Wilayah Daerah Kabupaten Ngawi terdiri daerah pegunungan (kendeng) dan lereng Gunung (lawu) serta dataran rendah.

7) Padi dan Kapas berwarna kuning dan putih di bagian samping kanan dan kiri dari kedua sudut bintang:

Melambangkan bahwa berkat ketaqwaan kepada Alloh SWT membawa masyarakat Kabupaten Ngawi kepada ketahanan dan kesempurnaan di bidang pangan, sandang bagi kemakmuran yang adil dan merata.

8) Perisai sebagai latar belakang dari lambang berwarna hitam dan bertepi merah dengan didalamnya terdapat padi dan kapas masing-masing berjumlah tujuh belas, pohon jati berjumlah delapan batang dan lekuk daun jati berjumlah empat puluh lima ;

Melambangkan semangat pertahan yang patriotic bagi ketangguhan dan stabilitas Daerah Kabupaten Ngawi yang merupakan bagian dari Negara Republik Indonesia
 

Rabu, 15 Mei 2013

... Logo Kabupaten Bojonegoro ...

... Logo Kabupaten Bojonegoro ...
 Ibu Kota Bojonegoro




Arti Logo Kabupaten Bojonegoro


Lukisan Lambang Daerah

 
a. Sebuah bintang bersegi lima
b. Sebuah tugu kepahlawanan yang berdiri tegak 

    diatas sebuah denah bertingkat lima
c.  Kesatuan gelombang air yang terjadi dari lima arus

    dengan masing-masing terdiri dari empat riak
d. Tangkai padi yang memiliki empat puluh lima butir

    dan tangkai kapas yang memiliki tujuh belas rangkai bunga
    yang tengah merekah
e. Sehelai pita pelangi



Susunan Lambang Daerah

a. Dibagian atas terdapat bintang bersegi lima yang bersinar

    di atas tugu kepahlawanan yang berdenah lima tingkat
b. Dibawah tugu kepahlawanan terlukis gelombang air terdiri 

    dari lima arus dengan masing-masing 4 riak
c. Seluruh lukisan lambang bertatahkan kata-kata hikmah:

    JER KARTA RAHARJA MAWA KARYA
 


Bentuk, Warna, Isi dan Arti Lambang Daerah

a. Bentuk perisai dengan warna dasar Merah dan Putih

    berbingkai warna hitam pekat, melambangkan
kesiap-siagaan, kewaspadaan dan dengan penuh keberanian serta segala kesucian hati, untuk menangkis menanggulangi dan mengatasi segala pengaruh yang datang dari luar, yang dapat merugikan perjuangan bangsa dan negara

b. Segi 8 dari perisai mengandung makna

“bulan delapan” sebagai bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

c. Bintang bersegi 5 dengan warna kuning emas yang bersinar 

    di atas tugu kepahlawanan menggambarkan
pancaran keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, telah menjiwai semangat perjuangan yang tak pernah padam dalam mencapai, mempertahankan serta mengisi Kemerdekaan

d. Denah Tugu Kepahlawanan bertingkat 5 melambangkan

tegaknya cita-cita dan semangat Proklamasi Kemerdekaan diatas landasan falsafah hidup Pancasila yang tidak kunjung padam

e. Gelombang air dengan warna biru kelam diatas

    hamparan air berwarna biru muda melambangkan
sumber potensi alam dan makhluk Tuhan yang tersebar diseluruh penjuru daerah serta tekad dan usaha yang dinamis untuk membebaskan diri dari masalah air

f. Tangkai padi dengan 45 butir berwarna kuning keemasan,

    dalam satu ikatan dengan tangkai kapas yang berbunga 17 kuntum
    yang tengah merekah berwarna putih perak melambangkan 
ketinggian cita-cita dan besarnya tekad berjuang kearah terciptanya kebutuhan pangan sandang masyarakat dengan berlandaskan jiwa Proklamasi Kemerdekaan mencapai kebahagiaan dan Kesejahteraan rakyat

g. 45 butir dengan 17 kuntum bunga kapas mengambil makna

tahun dan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

h. Lukisan kata BOJONEGORO dengan warna huruf

    hitam pekat mengandung makna
bahwa Bojonegoro adalah daerah yang gagah perkasa dan teguh hati dalam menghadapi setiap tantangan

i. Pita pelangi dengan warna coklat kayu yang berlukiskan kata:
   JER KARYA RAHARJA MAWA KARYA merupakan 
tema hidup masyarakat adil dan makmur dengan Ridlo Tuhan Yang Maha Esa dengan kekayaan alam yang ada di daerah

j. JER KARTA RAHARJA MAWA KARYA mengandung makna

kiasan bahwa suatu usaha untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat tak pernah kunjung tiba tanpa dibarengi dengan bekerja keras dan bekerja nyata atas dasar pengabdian yang tulus dan ikhlas. 
Keseluruhannya dirangkum oleh untaian tangkai padi dan bunga kapas bertemu pada kedua pangkal tangkai